Pengerjaan Jalan Perkebunan Pancur Tubin Tidak Pernah Selesai ?

  • Whatsapp
JALAN : Kondisi jalan perkebunan Pancur Tubin Desa Talang Karet, Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang, Rabu (25/3/2020). Foto : Darul Qutni/Silampari Online.

SILAMPARI ONLINE, KEPAHIANG – Pelaksanaan pekerjaan pengerasan jalan/telford pada jalan Perkebunan Pancur Tubin Desa Talang Karet, Kecamatan Tebat Karai Kabupaten Kepahiang menjadi tanda tanya warga setempat. Pasalnya, pelaksanaan pengerjaan jalan itu tidak pernah selesai.

Jalan yang dibangun pada 2017, oleh pihak rekanan Dinas PUPR Kabupaten Kepahiang dengan anggaran kurang lebih Rp 280 juta, tidak membuat masyarakat merasa terbantu untuk menuju lokasi pertanian atau mengangkut hasil pertanian, justru sebaliknya masyarakat justru kewalahan dan tidak nyaman melalui jalan tersebut.

Bacaan Lainnya

Jalan dengan lebar 4 meter tersebut hanya ditumpahakan batu gunung di beberapa titik saja, namun tidak pernah digilas dengan alat berat. Ukuran batu yang ada semuanya besar dan tidak pernah dilapisi seperti telford pada umumnya.

Salah seorang warga sekitar, Wan menyebut, panjang jalan sekitar 450 meter dengan lebar 4 meter, dan yang hanya ditabur koral dan digilas sekitar 50 meter. Sedangkan 400 meter lainnya tidak digilas hanya dipasang saja dan sepanjang jalan dan tidak ada koral sama sekali.

“Tidak selesai jalan itu, cuma 50 meter yang digilas dan ditabur koral, sisanyo diserak saja batunya, kalu kami lewat milih jalan tanah, kalaupun ado jalan yang kami pakai gotong royong rame rame nimbun pakai tanah biar motor bisa lewat,” ungkap Wan.

Sementara, menurut salah seorang perangkat desa setempat, Ln menerangkan, pelaksana pekerjaan jalan tersebut seingat dirinya dilaksanakan CV BS dan dikerjakan pada tahun anggaran 2017 lalu, dengan anggaran kurang kebih Rp 280 juta. Panjang jalan tersebut sekitar 600 meter, seperti yang pernah tertera di papan proyek.

Dia megaku kenal kontraktornya yang dia sebut berinisial Glt dan konsultannya Hni. Meski demikian, Ln mengaku tidak tahu prihal pekerjaan yang ditinggalakan begitu saja oleh pihak kontraktor.

“Kalau ini putus kontrak, kenapa tidak dilanjutkan di 2018, dan tidak ada beritanya serta pemberitahuan dari dinas terkait. Kami juga tidak melihat serah terima atau cek fisik dari dinas tierkait terhadap bangunan ini,” ungkap Ln. (KHS-06)