oleh

Pengguna Medsos Diminta Bijak 

-Tak Berkategori-334 Dibaca

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Pengguna media sosial (medsos) diminta dapat bijak menggunakan akun media sosial miliknya. Bila tidak, bukan tidak mungkin apa yang diumbar di medsos, akan membawa si pemilik ke balik jeruji besi.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Kabupaten Empat Lawang, Zainul Arifin menegaskan hal itu saat dibincangi Harian Silampari, di kantor Dinas Kominfo Kabupaten Empat Lawang, Komplek Perkantoran Pemkab Empat Lawang, Jalan Guru-guru Talang Banyu, Tebing Tinggi, Rabu (28/2).

Dijelaskannya, belakangan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), kembali berhasil mengungkap kelompok penyebar berita hoax atau berita bohong, yakni The family Muslim Cyber Army. Kelompok ini sebut dia, sering menyebarkan isu-isu provokatif seperti kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI), penculikan dan penganiayaan ulama hingga menghina pemimpin negara dan beberapa tokoh. 

“Karena itu, kita sebagai pengguna medsos, tidak boleh serampangan menyebarkan informasi yang tidak jelas dan dari sumber yang juga tidak jelas. Agar tidak menjadi bagian penyebar informasi palsu, yang ujung-ujungnya kita jadi bermasalah dengan hukum, karena secara tidak sadar kita telah menyebarkan informasi hoax,” ujar Zainul.

Dipaparkannya, banyak hal yang boleh dilakukan di medsos dan sebaliknya juga banyak juga yang jelas-jelas tidak boleh dilakukan saat berselancar di dunia maya. Jangan sampai apa yang dilakukan saat bersosialisasi di dalam jaringan (Daring), justru membuat seseorang menyesal seumur hidup. “Karena itulah, kita harus berprilaku bijak menggunakan medsos dengan memanfaatkan medsos untuk hal-hal yang positif untuk kita,” terangnya.

Diapun menguraikan, beberapa prilaku yang dapat menyebabkan seseorang dapat terjerat hukum, sesuai dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Nomor 19 tahun 2016 antaralain, di pasal 27 UU ITE disebutkan perbuatan kesusilaan, perjudian, penghinaan dan pemerasan, dapat diancam dengan pidana kurungan 6 tahun dan denda Rp1 miliyar (pasal 45 UU ITE).

“Selanjutnya, dipasal 28 UU ITE, berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian. Itu juga dapat dipidan 6 tahun penjara juga dengan denda Rp1 miliyar, sesuai dengan UU ITE pasal 45A,” jelasnya.

Lebih lanjut Zainul memaparkan, pada pasal 29 UU ITE, disebutkan pelaku pengancam dapat juga dijerat dengan maksimal 4 tahun penjara, dengan denda Rp750 juta (pasal 45B UU ITE. 

“Akses ilegal, maksimal 6 tahun penjara dengan denda Rp600 juta, itu dijelaskan padaa pasal 46 UU ITE. Sementara pencurian data elektronik dan peretas data elektronik, masing-masing diancam dengan pidana penjara 4 tahun dan denda Rp700 juta  serta pidana 8 tahun dengan denda Rp800 juta, pasal 46, UU ITE,” pungkasnya. (HS-04)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel