Pengurus Masjid Harus Punya Kemampuan

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : FAHRUROZI/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>SAMPAI :</strong> Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, Kgs M Mahmuddin saat menyampaikan sambutannya di kegiatan Diklat Managemen Masjid yang digelar di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Senin (21/1/2019).

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Pengurus masjid di Kabupaten Empat Lawang, diharapkan dapat mengurus masjid dengan baik.

Muat Lebih

Sehingga masjid menjadi makmur, megah dan jamaahnya banyak serta menjadi kebanggaan umat di sekitarnya.

“Kadang-kadang kita malu juga melihat masjid bersanding dengan bangunan ibadah lainnya, kalah bersaing. Seharusnya dari sejak dulu pengurus masjid diberi pengetahuan bagaimana mengelola masjid, supaya masjid menjadi makmur, megah dan jamaahnya banyak,” ujar Kasubag TU Kantor Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang, Kgs M Mahmuddin saat menyampaikan sambutannya di kegiatan Diklat Managemen Masjid yang digelar di aula Hotel Kito Tebing Tinggi, Senin (21/1).

Pentingnya para pengurus masjid diberikan kemampuan dalam mengurus masjid, kata dia, agar para pengurus masjid dapat menjadikan masjid menjadi makmur. Sebab, jika masjid tidak makmur, sangat mudah untuk disusupi faham-faham radikal.

“Dan ini berbahaya bagi masyarak. Karena beberapa ajaran radikal akan menjadikan masjid menjadi pintu masuk menanamkan faham mereka,”terangnya.

Mahmuddin menyebut, dalam era keterbukaan informasi seperti saat ini, pengurus masjid juga harus faham dengan segala ancaman informasi keliru (Hoax) di tengah masyarakat. Tidak ikut-ikutan menyebarkan informasi sembarangan tanpa menelusuri terlebih dahulu sumbernya.

“Karena, saat ini dengan mudahnya penyebaran informasi. Hanya dengan satu klik, informasi dengan mudah menyebar, termasuk informasi Hoax. Makanya, saya berharap pengurus masjid dapat memilah dengan baik mana informasi Hoax mana yang bukan,” tuturnya.

Menurut Mahmuddin, tidak semua pengurus masjid mendapat undangan dalam kegiatan yang dilaksanakan Majelis Dakwah dan Pendidikan Islam (Madani) ini, karena keterbatasan tempat dan jauhnya jarak tempuh menuju lokasi Diklat. “Harapan kita, pemgurus masjid yang berkesempatan mengikuti diklat, dapat menjadi pilot projec di wilayahnya,” kata dia. (HS-05)