Pengusaha Enggan Pasang Tapping Box

SILAMPARI ONLINE

BATURAJA TIMUR – Banyak tantangan yang dihadapi Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) OKU dalam memasang tapping box (alat pengawas transaksi online) di hotel, restauran, dan tempat hiburan.
“Ada beberapa hotel dan tempat hiburan menolak pemasangan tapping box,” ungkap Sekretaris Bapenda OKU H Zahrun, belum lama ini. Penolakan pemasangan tapping box ini dialami staf Bapenda OKU. Bahkan petugas ditentang beberapa pengusaha.
“Karena menolak tempat usahanya dipasang tapping box, pengusaha itu menantang kita untuk mencabut surat izin usahanya,” ungkap Zahrun.

Muat Lebih

Kendala lain, lanjut Zahrun, ada pengusaha nakal yang memasang tapping boxnya tapi tidak dipasang pada tempatnya. Malah, tapping box disimpan di lemari. “Hal ini pasti ketahuan karena sistemnya online dan bisa dipantau dari Bapenda OKU,” terang Zahrun.

Hal ini diketahui ketika pihaknya memantau secara online namun tapping box tidak berfungsi. Mendapati hal tersebut, staf Bapenda OKU langsung mengecek ke lapangan. Saat dicek ternyata tapping box tidak dipasang melainkan diletakkan di lemari.
“Alasannya, pengusaha belum mengerti cara memakai tapping box. Oleh karena itu, kita menyiapkan petugas yang membidangi hal ini untuk memberikan pendampingan,” katanya.

Kendati demikian, lanjut Zahrun, pihaknya belum dapat mengambil tindakan tegas. “Kita lakukan pendekatan dan komunikasi yang baik,” imbuh Zahrun. Pengadaan tapping box, alatnya diadakan langsung Bank SumselBabel sebanyak 54 unit yang terpasang baru 24 unit. “Para pengusaha wajib memasang tapping box. Sehingga transaksi pembayaran pajak bisa transparan,” pungkas Zahrun. (bet)

*Sumber : Oku Timur Pos