Penjara Lima Tahun dan Denda Rp1,2 Miliar

Silampari Online

MUSI RAWAS– Tindakan tegas akan diberikan bagi oknum masyarakat yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan dan alat terlarang. Sebab, sesuai Undang-Undang (UU) Perikanan Nomor 31 Tahun 2009 sanksi penjara lima tahun dan denda Rp1,2 Miliar.

Hal ini disampaikan, Kepala Dinas Perikanan (Disperikan) Kabupaten Musi Rawas (Mura), Bambang Hariadi melalui Sekretaris, Ervan Malik didampingi Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Nelayan Kecil, Darkum kepada Harian Silampari, Rabu (7/8) diruang kerjanya.

Dijelaskannya, bahwa dalam upaya pencegahan kebiasaan masyarakat terutama dimusim kemarau yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan dan alat terlarang. Maka pihaknya melakukan sosialiasi di Kelurahan Muara Beliti yakni UU Perikanan Nomor 31 Tahun 2009 dan Peraturan Daerah (Perda) No 11 tahun 2005 tentang larangan menangkap ikan dengan menggunakan bahan dan alat terlarang seperti bahan racun, mutasium atau zat-zat kimia serta menggunakan listrik atau strum yang membahayakan kelangsungan hidup biota perairan.

“Disamping sosialisasi kami juga melayangkan surat edaran ke Kecamatan dan Desa tentang Perbup dan UU tersebut,”jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa tidak hanya sosialisasi. Maka pihaknya juga memasang papan tanda larangan menangkap ikan dengan menggunakan bahan dan alat terlarang di tiga lokasi yakni Bendungan Gegas Kecamatan Sukakarya, Kelurahan Muara Beliti dan Kelurahan Sumber Harta.

“Perikanan sifatnya melakukan pencegahan saja. Sedangkan, kalau untuk penindakan merupakan kewenangan dari penegak hukum,”terangnya.

Menurutnya, jika tradisi masyarakat yang menangkap ikan menggunakan bahan dan alat terlarang terus berlanjut maka akan mengancam populasi biota air. Apalagi, hasil tangkapan ikan cenderung menurun.

“Untuk menjaga populasi biota air tidak punah. Maka kami melakukan resstoking atau menyebar benih ikan untuk mengembalikan populasi dimusim kemarau,”paparnya.

Mengenai sanksi bagi pelaku yang menangkap ikan dengan menggunakan bahan dan alat terlarang. Maka dirinya mengakui sesuai UU Perikanan Nomor 31 Tahun 2009 penjara 5 tahun dan denda Rp1,5 miliar serta sesuai Perda No 11 tahun 2005 denda Rp5 juta dan kurungan 6 bulan.

Sementara itu, Kapolres Kabupaten Mura, AKBP Suhendro menegaskan bahwa pemutasan, nuba, nyetrum dan lain sebagainya terhadap ikan di sungai melawan hukum.

“Apabila ada masyarakat tertangkap tangan meracuni kelestarian ikan di sungai maka tindakan tegas akan diberikan,”pungkasnya. (HS-03)