Penyelenggara Pemilu Harus Netral

Ketua DPC GMNI Lubuklinggau, Rike D.Putra. Foto : Istimewa.

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Kanca perpolitikan Indonesia dinilai semakin lama semakin kebablasan. Demokrasi yang digadang-gadang semakin baik pada kenyataannya terlalu kebablasan. Perang melawan money politik selalu diumbar tapi itu hanya isapan jempol belaka pada implementasi sesungguhnya money politik semakin tinggi.

Muat Lebih

Ketua DPC GMNI Lubuklinggau, Rike D Putra menyebut, politik adalah ilmu atau seni untuk mendapatkan atau mencapai tujuan baik secara pribadi maupun kelompok. Namun politik di Indonesia yang diterapkan sekarang menurut dia adalah demokrasi yang kebablasan. Money politik ada di mana-mana namun tak pernah tertangkap dan diberantas.

Pada tahun ini Rike menyebut kanca perpolitikan Indonesia akan memasuki babak baru, apakah ada perubahan atau malah sebaliknya.

“Kurang dari seratus hari lagi kita akan menemui hajat besar demokrasi Indonesia. Semakin panas semakin semarak, para calon mulai menebar pesona bak seorang biduan di panggung pentas yang semakin menggoyangkan keindahan tubuhnya, Berbagai macam strategi dan cara untuk menduduki kursi dewan perwakilan rakyat sudah banyak dipikirkan dan beberapa sudah diimplementasikan,” katanya kemarin.

Para caleg lanjut dia, tidak sedikit yang menjalani jalan politik dengan kemasan yang tidak menarik terlalu ingin prakrtis sehingga visi dan misi mereka tidak terlihat dan yang satu ini yang terpenting dan harus digaris bawahi kata dia lagi, bahwa disinyalir (ada oknum, red) di penyelenggara pesta demokrasi mulai dari tataran bawah sampai ke atas, dari tataran PPS, PPK, dan KPU dan tak menutup kemungkinan juga Bawaslu terindikasi main mata dengan caleg di tiga wilayah terdekat yaitu Kabupaten Musirawas, Kota Lubuklinggau maupun Kabupaten Muratara.

“Kami sangat menyayangkan jika ini memang benar benar terjadi. Kami sebagai mahasiswa khusus DPC GMNI Lubuklinggau tidak akan tutup mata. Jadi kami tekankan kepada para penyelengara Pemilu agar netral dan menjalankan tugas sebagai mana mestinya. Juga masyarakat harus memantau seluruh kegiatan pemilu ini. Bukan hanya caleg tetapi juga penyelnggara,” tukasnya. (Rilis/HS)