Per 1 Februari 2019 Tarif PDAM Naik

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau, per 1 Februari 2019 ini menetapkan penyesuaian tarif baru bagi seluruh pelanggan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau.

Muat Lebih

Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau Hj Ratna Mahmud melalui Kabag Adm dan Keuangan, Dadang Lesmana mengatakan penetapan tariff baru itu berdasarkan keputusan Walikota Lubuklinggau nomor 07/KPTS/Hukum/2007.

“Jadi, tariff baru yang akan diberlakukan pada 1 Februari 2019 ini menggunakan tarif tahap IV. Sedangkan tahun 2014 yang lalu, kita menggunakan tariff tahap III,” jelasnya kepada Harian Silampari, Jumat (18/1).

Sebenarnya, table penetapan tarif ini sudah sejak lama, sudah disahkan pada tahun 2007 sejak zaman Walikota Ridwan Effendi sudah disahkan. Dan terakhir diberlakukan di tahun 2014.

“Jadi, kita hanya memberlakukannya saja lagi dan kita sudah 4 tahun tidak ada penetapan tariff baru. Selama ini masih menggunakan tahap III, Februari nanti kita menggunakan tahap IV,” katanya.

Penetapan tarif baru ini didasari oleh biaya listrik sangat tinggi. Selain itu juga, dalam pemakaian bahan kimia seperti tawas yang juga saat ini melonjak tinggi. Sehingga, sangat perlu ada perubahan penetapan tarif baru untuk penunjang biaya operasionalnya.

“Kita PDAM ini, sifatnya social, tapi untuk tarif yang dikenakan ke PDAM ini tarif perusahaan. Kenaikan listrik bisa jadi satu kali dalam tiga bulan. Sedangkan pemasukan kita tidak ada. Dan juga, tawas kita mengacu kepada kurs dollar. Sekarang 14.800 sekian, dulukan hanya 10 ribu satu dolarnya,”terangnya.

Kriteria kenaikan tarif tidak terlalu signifikan. Karena ini ada dalam tahapan yang terakhir yakni, tahap ke IV untuk pelanggan rumah tangga dan lain sebagainya.

“Misalnya, 2014 (tahap III) tarif rumah tangga untuk pemakaian 0-10 kubik itu Rp.1.931 rupiah. Ditahap ke IV ini yakni, per 1 Februari menjadi Rp.2.414. jadi, sekitar Rp500 kenaikannya,” ucapnya.

Cara penghitungannya, sambung dia pemakaian 0-10 kubik yakni, Rp.2.414 dikalikan 10 ditambah dengan biaya administrasi. Jadi, total keseluruhannya lebih kurang sekitaran Rp.30 ribu perbulannya dari sebelumnya sekitar Rp.28 ribu perbulannya.

“Jadi, untuk menutupi biaya operasional tersebut, maka ditetapkanlah tarif baru sesuai dengan keputusan Walikota Lubuklinggau nomor 07/KPTS/Hukum/2007 itu. Terakhir kenaikan pada 2014 kolom III, sekarang untuk tarif baru ini kita menggunakan tahap IV,”pungkasnya.(HS-01)