Percobaan dan Bunuh Diri Empat Kali Terjadi

ilustrasi gantung diri. foto net

Selama Kurun Waktu Enam Bulan Terakhir

SILAMPARI ONLINE-


REJANG LEBONG-
Selama kurun waktu enam bulan terakhir, kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri sudah terjadi empat kali. Peristiwa miris ini dilakukan warga Kabupaten Rejang Lebong. Tiga diantaranya meninggal dunia, sedangkan satu orang hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup.

Kasus bunuh diri yang pertama terjadi pada 22 April 2019 lalu, seorang anggota KPPS II Desa Karang Pinang Kecamatan Sindang Beliti Ulu, (SBU), Alhadt Sapawi (32), korban diduga depresi karena pekerjaannya sebagai anggota KPPS sangat rumit, dan mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun rumput. Kemudian kasus kedua Sumiati (73) warga Kelurahan Talang Benih, Kecamatan Curup yang terjadi 27 Oktober lalu hasil penyidikan anggota polres Rejang Lebong dan keterangan keluarga korban bahwa korban sejak beberapa hari terakhir sering mengeluh karena sakit yang dideritanya korban gantung diri menggunakan Sobekan kain jarik di pintu masuk warung rumahnya Minggu sekitar pukul 12.00 wib sebelum sholat Dzuhur.

Muat Lebih

Selanjutnya Rusli (73) warga Kelurahan Tunas Harapan Kecamatan Curup Utara. Dugaan aksi bunuh diri yang dilakukan korban terjadi pada Senin (28/10) malam di belakang salah satu rumah warga yang belum selesai dibangun di Kelurahan Tunas Harapan atau tak jauh dari objek wisata Danau Talang Kering. Korban diduga meninggal saat perjalanan ke rumah sakit, karena saat ditemukan korban masih hidup.

Kemudian Selasa 29 oktober 2019 sekitar jam 14.30 wib telah terjadi percobaan bunuh diri dengan cara minum racun jenis gramaxon di desa dataran tapus. Korban Juanda Efrianto (32) desa dataran tapus kecamatan Curup Utara. korban ditinggal oleh istri nya pulang ke rumah orang tua nya yang berada di kelurahan talang rimbo curup kemudian korban menelpon istri nya dengan cara video call mengancam istri nya kalau tidak mau pulang sekarang korban akan meminum racun,dan saat ini masih dirawat dirumah sakit umum daerah Curup.

“Rata-rata bunuh diri yang dilakukan warga tersebut karena depresi terhadap masalah yang dihadapi dan penyakit yang diderita selama bertahun-tahun yang tak kunjung sembuh,” terang Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmad Mustika melalui Kasatreskrim AKP Andi Kadesma Rabu (30/10)

AKP Andi menghimbau agar masyarakat tidak terlalu mudah stres hingga depresi dan akhirnya melakukan tindakan yang dilarang dalam agama Islam. “Ya kalau ada masalah, silakan dipecahkan secara musyawarah dengan baik bukan dengan jalan bunuh diri, contoh jika sakit tentu keluarganya harus mencari jalan untuk diobati Intinya harus diperhatikan oleh keluarganya, nah seperti laki-laki yang masih dirawat dirumah sakit itu kan kurangnya komunikasi antara dirinya dan keluarga sang istri bis dibicarakan baik-baik ” imbau AKP Andi.

Sementara itu,ketua Majelis ulama Indonesia Rejang Lebong Ustadz Mabrursyah mengaku turut prihatin dengan kasus bunuh diri yang terjadi beberapa hari terakhir ini. “Bunuh diri adalah salah satu perbuatan yang dilarang oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan sudah pasti merupakan dosa besar, apapun alasannya,” singkat Mabrursyah.(*)

laporan : Badri
editor : Agus Hubya H