Perda Pekat Larangan Pesta Malam Akan Ditegakkan

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> Kepala Kesbangpol Mura, H Amra Muslimin

Silampari Online,

MUSI RAWAS -Tarik ulur penegakkan Peraturan Daerah (Perda) penyakit masyarakat (Pekat) terkhusus larangan pesta malam akan segera berakhir. Dimana antara Forkominda dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Mura menyetujui diteggakan Perda Pekat khususnya larangan pesta malam. 

Muat Lebih

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Mura, Amra Muslimin, mengatakan sesuai dengan perintah Bupati Mura, Ir H Hendra Gunawan tidak usah terlalu formal untuk menegakkan Perda Pekat khususnya larangan pesta malam.

“Sesuai perintah tidak usah formal. Bupati langsung menandatanganinya,”jelas Amra kepada Harian Silampari beberapa hari yang lalu.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa Forkominda mempunyai kewenangan masing-masing, mereka cocok, Bupati juga setuju. Bahkan, ini tinggal menunggu persetujuan dari satu instansi vertikal lagi. Sebab bahan-bahan atau drafnya sudah disetujui. Disamping itu, yang akan ditegakkan bukan cuma masalah pesta malam tapi menyeluruh, termasuk Perda Pekat dan Perbup masalah trantib. 

“Kalau redaksi masalah tegakkan pekat, trantib  dari Ketua PN, didalamnya ada termasuk larangan pesta malam,”terangnya.

Hanya saja, untuk larangan pesta malam sendiri akan dibuatkan perda tersendiri atau perda khusus pesta malam. Sehingga, dengan begitu maka untuk realisasinya bisa dilakukan.

“Ini bukan tarik ulur penegakannya. Kalau semuanya setuju makanya dilarang dan juga ini tidak ada hubungannya dengan politik,”cetusnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mura, EC Priskodesi,  secara terus terang tidak menyukai adanya pesta malam. Bahkan, ia menyetujui dengan adanya larangan pesta malam.

“Pesta malam banyak narkoba. Artinya Perda harus ditegakkan lagi tanpa terkecuali,”pungkasnya. (HS-03)