Peringatan HANI 2020 Berlangsung Virtual

POSE : Bupati Empat Lawang, H Joncik Muhammad bersama Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, AKBP Syahril SH dan Forkompinda berpose bersama usai mengikuti upacara HANI 2020 secara virtual di ruang kerja Bupati Empat Lawang, Jum'at (25/6/2020). Foto : ISTIMEWA.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG –Bupati Empat Lawang, bersama Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, mengikuti acara puncak peringatan Hari Anti Narkotika Nasional (HANI) 2020, yang diselenggarakan secara virtual, bersama Wakil Presiden (Wapres), Kepala BNN, pimpinan lembaga tinggi negara, bupati/walikota dan gubernur se-Indonesia, Jum’at (26/6/2020).

Untuk di Empat Lawang ini sendiri, pelaksanaan video conference (vidcon), dipusatkan di ruang kerja Bupati Empat Lawang. Diikuti unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) dan sejumlah Kepala OPD beserta jajaran kerja BNN Kabupaten Empat Lawang dan Satres Narkoba Polres Empat Lawang.

Bacaan Lainnya

Diketahui, pada acara tersebut juga dilakukan Penandatanganan dan Peraturan Bersama 13 kementerian/lembaga secara virtual terkait Website www.aduannarkoba.bnn.go.id, Launching Website www.aduannarkoba.bnn.go.id, BOSS (BNN One Stop Service) serta Peresmian #hidup100%.

Kepala BNN Komjen (Pol) Drs Heru Winarko SH mengatakan, berdasarkan hasil penelitian BNN bekerjasama dengan pusat penelitian masyarakat dan budaya LIPI pada 2019, trens prevalensi penyalahgunaan Narkotika di Indonesia setahun terakhir pakai sebesar 1,80 persen atau 3.419.188 orang, sedangkan angka prevalensi penyalahgunaan Narkotika sekali pakai seumur hidup pada tahun 2011 sebanyak 2,40 persen atau 4.530.000 orang. Dengan demikian telah dapat terselamatkan sekitar 1 juta jiwa penduduk Indonesia.Sebagai bentuk penajaman peran stakeholders terutama Instansi pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, telah dikeluarkan Intruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN) tahun 2020-2024. Inpres ini menitikberatkan pada Implementasi Rencana Aksi Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah guna mendukung Program P4GN.

Sepanjang 2019, BNN telah melaksanakan tugas di bidang Demand Reduction sebagai upaya membentuk masyarakat agar memiliki ketahanan diri terhadap ancaman penyalahgunaan Narkoba, yaitu Program Desa Bersinar (Bersih Narkoba), Relawan Anti Narkoba, Program Ketahanan Keluarga yang bekerjasama dengan UNODC mengimplementasikan modul Family United, Rean.id (Rumah Edukasi Anti Narkoba) sebagai media yang mampu membangun hubungan dan memfasilitasi generasi muda berekspresi melalui platform digital yang berfungsi sebagai media informasi dan media edukasi.

Selanjutnya Sinergitas dengan Lapas dan Rutan terkait pelaksanaan rehabilitasi Narkotika dan kerjasama dalam pengungkapan jaringan, Bidang Rehabilitasi juga telag bekerjasama dengan UNODC dalam mengembangkan rehabilitasi populasi khususnya anak dan perempuan, serta BNN juga turut mendorog perekonomian Indonesia dengan memberdayakan kawasan rawan dengan memberikan pelatihan bagi warga binaan BNN berupa keterampilan Life Skills dan memasarkan produk melalui aplikasi www.tokostopnarkoba.bnn.go.id yang dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.Dalam peningkatan kerjasama Internasional antara Penegakkan Hukum juga telah dilaksanakan pelatihan Interdiksi Terintegrasi yang dihadiri oleh Negara Philipina, Laos, Fiji, Sri Lanka dan Timor Leste serta telah dilaksanakan pelatihan Internasional tentang Teknik dan Taktik Penyelidikan yang dihadiri oleh Negara Timor Leste, Arab Saudi, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja, Papua Nugini, Sycheles dan Kolombia.

Sedangkan di Bidang Supply Reduction, BNN melakukan Penindakan terhadap segala bentuk kejahatan Narkotika dengan hasi pengungkapan serangkaian pengiriman 1,36 ton ganja dan berhasil memetakan 98 jaringan sindikat Narkotika, 27 jaringan diantaranya berskala Internasional dengan mengungkap 33 jaringan dan sedikitnya ada 19 jaringan yangn melibatkan warga binaan/ narapidana di Lapas.

Berdasarkan penanganan kasus TPPU Narkotika di Lapas, BNN berhasil mengungkat kasus sebanyak 55 kasus dengan julah tersangka sebanyak 59 orang. Dan ditengah Masa Pandemi Covid-19 ini BNN juga telah berhasil mengungkap jaringan Narkotika Internasional sebanyak 14 jaringan yang kebanyakan melalui Online dan Jasa Pengiriman, tetapi masih ada melalui jalur laut.

Selain itu, Polri juga berhasil mengungkap peredaran gelap Narkoba Internasional sebanyak 6,9 ton dan Strategi Defence Active yang diterapkan oleh BNN sangat berdampak dalam mengurangi penyelundupan Narkotika ke Indonesia.pKeberhasilan tersebut diantaranya Pengngagalan penyelundupan Narkotika jenis sabu oleh Jabatan Siasatan Jenayah Narkotika Malaysia seberat 2.06 ton, Operasi penggagalan penyelundupan 17,4 ton methamfethamin, 500 Kg Methamfethamin Kristal, 292 Kg Heroin, 588 Kg Opium dan 163 Ribu Liter Prekursor oleh Komite Sentral Myanmar untuk pengendalian penyalahgunaan Narkoba serta Penggagalan penyelundupan oleh Angkatan Laut Srilanka pada Bulan Maret Tahun 2020 sebanyak 500 Kg Ketamin dan 500 Kg Methamfethamin dan pada Bulan April telah digagalkan Narkotika jenis Heroin seberat 281 Kg dan 48 Kg Methamfethamin, dimana Narkotika tersebut ditujukan untuk Pasar Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, BNN juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yangn telah turut serta mensukseskan Program P4GN, dimana perlu kerjasama dari seluruh Komponen Bangsa. Pada rangkaian HANI ini juga akan dilaksanakan Konser Amal Slank dan Launching “Hidup 100% Beserta BOSS (BNN One Stop Service/Pelayanan Terpadu Satu Pintu). (rilis)