Perkara Sudah Inkrah, Barang Bukti Ini Dimusnahkan

Silampari Online, 

EMPAT LAWANG – Lima pucuk senjata api rakitan (senpira) dirusak dengan cara dipotong-potong menjadi beberap bagian kecil menggunkan alat pemotong besi (mesin gerinda). Sementara beberapa proyektil dan zat kimia yang menyertai senpira tersebut turut dimusnahkan hingga senpira dan proyektil tersebut tidak bisa lagi digunakan, Selasa (16/1).
Hal tersebut merupakan salah satu cara yang dilakukan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Empat Lawang, dalam kegiatan pemusnahan barang bukti hasil kejahatan yang terjadi selama kurun waktu tahun 2017, yang putusan perkaranya sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah).
Kegiatan pemusnahan barang bukti yang digelar di halaman kantor Kejari Empat Lawang itu, juga disaksikan Kapolres Empat Lawang, Kepala BNN Kabupaten Empat Lawang, Kepala Kantor Kemenag Empat Lawang, perwakilan Kodim 0405/Lahat, perwakilan Pemkab Empat Lawang dan perwakilan Rutan Tebing Tinggi serta beberapa instansi lain. Selain pemusnahan Senpira, juga memusnahkan barang bukti Narkoba berbagai jenis seperti ganja, sabu-sabu dan obat-obatan terlarang lainnya, dengan cara membakar dan melarutkannya dalam air.
“Pemusnahan barang bukti ini, merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Kejari Empat Lawang, pada setiap kasus kejahatan yang putusannya sudah berkekuatan hukum tetap,” ungkap Kajari Empat Lawang, Ronadwin SH kepada sejumlah wartawan, usai pelaksanaan pemusnaahan barang bukti tersebut.
Dipaparkannya, barang bukti yang dimusnahkan kali ini, merupakan barang bukti hasil kejahatan kurang lebih total 26 kasus perkara Narkoba dan kasus senpira. “Yang kita musnahkan tadi, ada sekitar lima senpira, ada narkotika jenis ganja, sabu dan ekstasi juga ada. Dari 20-an kasus narkotika dan sekitar lima kasus senpira,” jelas Ronaldwin.
Jika dibandingkan dengan jumlah perkara yang ditangani Kejari Empat Lawang sepanjang tahun 2016, pada tahun 2017 jelas Ronaldwin, tidak ada peningkatan penanganan perkara. “Sedihnya juga, tidak nampak kecendrungan penurunan jumlah perkara jika dibandingkan antara tahun 2016 dengan tahun 2017,” urainya.
Dikatakannya, ada beberapa barang bukti perkara tahun 2017 yang belum dilakukan pemusnahan, karena masih dalam tahapan penyidikan, baik yang dilakukan Polres Empat Lawang maupun BNN Empat Lawang.
“Ada informasi awal penyidik mungkin dari Polri atau BNN menginformasikan ke kita, ada barang bukti ganja yang cukup banyak sekitar 50-an batang ganja belum dimusnahkan. Barangnya belum di kita, masih dengan mereka, karena masih dalam tahapan penyidikan di mereka, SPDP-nya sudah, tapi masih dalam penanganan mereka,” pungkasnya. (HS-04)