Pers Penting Bagi Dunia Pendidikan

29
FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI
Tamri

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU– Setiap tahunnya pada tanggal 9 Februari , selalu diperingati Hari Pers Nasional (HPN). Pers sendiri memiliki peran besar dalam sendi-sendi kehidupan. Salah satunya di dunia pendidikan.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Lubuklinggau H Tamri, ketika diwawancarai Harian Silampari. Ia mengatakan peranan pers begitu penting dalam dunia pendidikan, dengan adanya pers dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi peserta didik.

“Memberikan cakrwala bagi siswa, guru dan orang tua, terhadap kemajuan dan perkembangan pendidikan. Dan juga sebagai media kontrol bagi pelaku pendidikan,”kata Tamri, Minggu (10/2).

Selain itu lanjut Tamri, pers juga memberikan kesempatan bagi pelajar untuk mengembangkan peluang terhadap minat dan bakat. Berkat insan pers siswa dewan guru bahkan masyarakat mengetahui informasi yang belum diketahui.

“Tanpa pers mungkin kita akan menjadi orang yang berwawasan sempit, kurang pengetahuan dan tidak gaul, karena kerja pers lah kita mengetahui apa yang terjadi hari ini,”ungkapnya.

Masih kata Tamri, yang harus dilakukan masyarakat termasuk pelajar adalah bisa memilih media massa yang tepat dalam memuat informasi, dan infromasi  yang disajikan bermanfaat, dan ada kaitannya dengan dunia pendidikan. Apalagi pers memiliki peranan meningkatkan minat baca masyarakat, terutama pelajar.

“Jika pelajar sudah tinggi minat bacanya, maka generasi muda Indonesia akan mampu menggali dan menampung banyak informasi. Dengan banyak informasi dan pengetahuan maka pelajar kreatif, memiliki inovasi sehingga pelajar akan mampu lebih kritis dalam menganalisa perkembangan dunia ke depan,”jelasnya.

Kedepan, Tamri mengharapkan pers tetap memiliki peranan yang kuat dalam mencerdaskan , menyampaikan informasi, dan memegang teguh kode etik. “Kita selalu meyakini, pers yang berkualitas adalah pers yang selalu memegang teguh kode etiknya,selamat hari pers nasional,”ujarnya.

Sementara itu Dede Dores, salah satu tenaga pendidik di salah satu SD dalam wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I mengharapkan insan pers untuk tidak memanfaatkan statusnya sebagai pers dalam mencari cari kesalahan seseorang terkhusus narasumber.

“Yang kita sesalkan ada saja oknum oknum yang mengaku sebagai insan pers , namun tidak menjalani perannya sesuai kode etik, yakni mencari kesalahan dan ujung-ujungnya meminta uang,dan ini kita sayangkan,”akunya.
Dirinya selalu meyakini insan pers yang baik yakni menjalani tugas sesuai dengan pengertian pers itu sendiri yakni melaksanakan kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi itu.

“Kita masih percaya masih begitu banyak pers yang bertugas dengan profesionalitas, dan kita sesalkan jika ada oknum-oknum yang mengatasnamakan pers dan kerjanya hanya mencari keuntungan pribadi, mereka adalah oknum yang ingin merusak citra pers itu sendiri,”tegasnya. (HS-02)