Persiapan Deklarasi Damai Dinilai Kurang Persiapan

Silampari Online, 

EMPAT LAWANG -Insiden kericuhan hingga berujung bentrok antar massa pendukung Paslon pada deklarasi kampanye damai beberapa waktu lalu, membuat Panwaslu akan memberikan teguran kepada KPU Empat Lawang. Pasalnya, Panwaslu Empat Lawang menilai KPU masih kurang maksimal persiapan acara yang merupakan agenda nasional dilaksanakan di kawasan Pulo Emass itu.

Muat Lebih

Ketua Panwaslu Empat Lawang, Rudiyanto didampingi anggota Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Martin kepada sejumlah awak media, Selasa (20/2) menyampaikan, acara deklarasi kampanye damai seyogyanya berlangsung kondusif dengan tujuan untuk pelaksanaan tahapan Pilkada berlangsung damai. Namun sebaliknya ricuh seharusnya tidak terjadi. Ia menilai, pihak KPU kurang maksimal dalam persiapan acara tersebut. Karena itu, pihaknya akan melayangkan surat teguran kepada KPU Empat Lawang. “Kita akan memberikan teguran kepada KPU Empat Lawang, karena KPU kurang maksimal dalam persiapan acara. Seharusnya, kericuhan kemarin tidak boleh terjadi, bila persiapannya sudah matang,” ungkap Rudi.

Diterangkannya, dari kacamata Panwaslu, ada beberapa aspek yang kurang cermat pada persiapannya. Diantaranya, mengenai pengamanan, dimana pihak KPU kurang koordinasi dengan pihaknya dan instansi terkait, seperti ke Polres Empat Lawang untuk personil pengamanan. Sehingga kepolisian tidak bisa sepenuhnya memback-up dengan mengerahkan seluruh personil yang ada. “Pihak Polres sendiri merasa gelabakan, karena surat pemeberitahuan disampaikan hari itu juga, sehingga tidak seluruh personil bisa dikerahkan, karena ada anggota yang berada di luar atau lainnya. Coba kalau pemberitahuannya disampaikan jauh hari sebelumnya, kepolisian bisa menyiapkan segalanya,” terangnya.

Selanjutnya, mengenai lokasi acara yang tidak memungkinkan, karena akses menuju ke sana hanya satu. Semestinya, tempat acara di lokasi yang cukup strategis dan aksesnya tidak hanya satu, tujuannya bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan ada jalur evakuasi. “Sedari awal kami tidak merekomendasikan pelaksanaan acara di tempat itu, namun entah mengapa mereka (KPU, red) masih menggunakan kawasan Pulo Emas yang hanya memiliki satu jalur aksesnya, sehingga saat terjadinya kericuhan itu, massa paslon nomor urut satu tidak bisa keluar dihadang massa nomor urut dua,” urainya.

Anggota Panwaslu Divisi Penindakan dan Pelanggaran, Martin menambahkan, karena tahapan Pilkada masih panjang, selama 120 hari ke depan, pihaknya juga akan mengundang pihak KPU, Polres Empat Lawang dan stake holder serta seluruh pasangan calon dan ketua tim pemenangan untuk rapat bersama. Tujuannya, untuk menyiasati dan menyikapi hal-hal yang tidak diinginkan kedepannya terulang lagi, seperti kericuhan yang telah terjadi atau bahkan lebih buruk lagi. “Dengan duduk bersama ini, kita bisa mencari solusi, agar hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Atau mungkin bisa menggunakan keariban lokal, sehingga keributan dan kericuhan tidak terjadi lagi kedepannya,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Martin juga menghimbau agar massa pendukung masing-masing Paslon bisa menahan diri dan tidak memancing emosi lawan politik. Karena dia mengharapkan agar jalannya masa tahapan Pilkada ini berjalan dengan lancar dan kondusif, karena tindakan negatif yang dilakukan bisa merugikan diri sendiri, calon kandidat mereka sendiri dan umumnya masyarakat Empat Lawang. “Kita akui memang militansi masing-masing tim tinggi, tidak bisa terpancing dengan pernyataan apalagi tindakan massa pendukung ataupun kandidat. Karena itu, kita harapkan jangan saling memancing emosi agar tidak terjadi kericuhan ataupun bentrok. Ya, pada rapat bersama nanti akan kita sampaikan juga kepada masing-masing calon agar tidak menyampaikan pernyataan yang bisa memancing kemarahan, selain itu juga calon hendaknya menunjuk orang yang memang bisa dan bijak menyampaikan sambutan di muka umum,” harapnya. (HS-04)