oleh

Pertemuan Criminal Justice

-Lubuklinggau, news-248 Dibaca

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Polres Lubuklinggau kembali menggelar pertemuan silaturahmi mengakrabkan antara kriminal justice yakni Jaksa dan Polisi yang juga hadir Dandim 0406 Musi Rawas, Lubuklinggau dan Muratara (MLM) yakni Letkol Inf M A’an Setiawan.

Pertemuan digelar di aula Mapolres Lubuklinggau, Rabu (20/3). Dimana sebelumnya beberapa waktu lalu pihak Polres juga bersilaturahmi dengan awak media dan penggiat media sosial (medsos) di Lubuklinggau.

“Pertemuan itu dimaksudkan bersama-sama menyatukan hati untuk melaksanakan proses penyidikan. Dari proses penyidikan, proses penuntutan sampai sidang pengadilan, sampai di tempatkan di lapas. Jadi satu hati mereka dalam proses penanganan tindak pidana,” kata Kapolres Lubuklinggau, AKBP Dwi Hartono.

Ada beberapa hasil yang sudah disepakati bersama. Seperti sidang di pengadilan yang selama ini dimulai agak siang. Nah pihaknya bersama-sama sudah berkomitmen akan mengefisienkan waktu. “Kasian buk hakim ini yang selama ini sidang sampai malam kalau bisa di pres jam tiga, empat sore sudah selesai,” ucapnya.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut juga membahas untuk mengefektifkan kegiatan terkait dengan masalah perpanjangan penahanan. Sebab selama ini ada kendala-kendala dan hal itu sudah disepakati.

“Sehingga, apa yang disampaikan oleh instansi-instansi yang ada, mereka dari tingkat bawah, penyidik, dari tingkat jaksa penuntut umum maupun dari hakim, tinggal menindaklanjutinya setelah pertemuan kemarin,”terangnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, Mimi Haryani menjelaskan mengenai sidang, pihaknya menunggu semua yang siap dan baru dilaksanakan sidang. Sebab jika ada salah satu komponen yang tidak siap, maka mau tidak mau harus ditunda.

“Kita mau sidang misal saksinya tidak datang, jadi harus bagaimana. Kan begitu,” ungkapnya.

Sambung Mimi, sehingga pihaknya selalu di pengadialn mengkonfirmasi antrian sidang. “Kalau sidangnya belum dimulai, atau kita membuat kebijakan untuk menyiarkan kepada masyarakat, kenapa nih sidangnya belum dimulai. Karena ada kendala disini. Kita juga ingin lebih cepat lebih baik,” terangnya.

Kemudian, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Lubuklinggau, Hj Zairida mengungkapkan rapat koordinasi kemarin bertujuan untuk mempersatukan persepsi. Sebab semuanya bisa berkomunikasi dan menentukan kebijakan-kebijakan apa yang akan dilaksanakan untuk kegiatan hukum berikutnya.

“Tadi yang paling penting adalah dalam hal pelaksanaan sidang dan proses penyidikan,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu sudah disepakati bahwa sidang dilaksanakan sebagaimana biasa. “Ini kan adanya kendala-kendala antara lain misalnya adanya lamanya menunggu para saksi. Sehingga sidang kadang-kadang ditunda,” katanya.

Kemudian memilah-milah sidang mana yang harus didahulukan. “Apa itu sidang memang menarik perhatian masyarakat yang saksinya sudah datang atau yang belum,” jelasnya.

Selain itu, sidang juga kadang-kadang tertunda. “Masalah-masalah tekhnis misalnya apakah nanti keterangan itu masih diperlukan dalam sidang berikutnya. Kemudian sidang ini tidak tertutup, kemungkinan melebihi batas waktu karena kepentingan penjelasan keterangan saksi antara saksi dengan satu yang lain kadang-kadang masaah konfrontir,” paparnya.

Karenanya, kadang-kadang sidang tersebut melebihi batas waktu yang ditentukan. “Misal dari jam sepuluh sampai jam lima. Ternyata bisa juga sampai jam enam. Jadi hal-hal seperti itu kita sepakati pada hari ini diadakan kebijakan-kebijakan yang harus kita laksanakan kedepan,” pungkasnya.(HS-01)