oleh

Perumahan tak Bayar PBB akan Didata Ulang

-Tak Berkategori-276 Dibaca

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Maraknya pembangunan perumahan oleh devloper di Kabupaten Rejang Lebong (RL) yang masih menyatu dengan sertifikat induknya disinyalir tidak membayar pajak bumi dan bangunan (PBB), padahal PBB merupakan pendapatan asli daerah (PAD) yang wajib dibayarkan sebagai pajak terhutang.

Kepala bidang pendapatan dan penagihan badan pengeloaan keuangan dan aset daerah Kabupaten RL, Hari Mulyawan SE saat dijumpai diruang kerjanya Rabu (4/4), Menyampaikan hingga pihaknya tengah melakukan pencetakan massal Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) namun untuk perumahan yang dibangun oleh pengembang (deploper) masih banyak yang belum terdata.

“SPPT PBB sedang dalam proses pencetakan dan setelah selesai akan segera di distribusikan ke ke wajib pajak sekabupaten RL, sedangkan untuk perumahan Baik bersubsidi maupun tidak masih banyak yang belum terdata dan tahun ada pendataan dan pendaftaran ulang wajib pajak,” ungkap Hari.

Diakui Hari, perumahan yang kian marak dikabupaten RL merupakan potensi PAD hal ini menjadi pertimbangan untuk masuk didalam wajib pajak namun sepanjang ini yang telah dilakukan pendekatan terhadap pengembang untuk mengetahui secara pasti data dan pemilik rumah di perumahan.

“Namun ada kekhawatirkan kita setelah diterbitkan bil pajak untuk penyelesaiannya seperti yang kita ketahui banyak pemilik perumahan yang membeli saja tapi tidak tinggal dirumah tersebut,” terang Hari.

Hingga saat ini sambung Hari, masih dalam pengkajian mendalam tentang perumahan bersubsidi/tidak untuk dilakukan pendataan dan pendaftaran pajak baru.

“Yang jelas akan kita bahas lebih dalam lagi mengenai perumahan ini,” tandas Hari.

Untuk diketahui, target PBB dikabupaten RL tidak berubah yakni sebesar target Rp2.432.951.796. Namun realisasi tahun lalu hanya sebesar 71 persen atau sebesar Rp1,7 miliyar.(HS-05)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel