oleh

Petani di Mura Keluhkan Kelangkaan Pupuk Subsidi

-Musi Rawas-211 Dibaca

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Kelangkaan pupuk subsidi dipasaran membuat sejumlah petani di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dikeluhkan para petani. Sehingga, dengan kondisi ini membuat petani harus mengeluarkan ongkos lebih besar saat memasuki musim tanam.

Casud (64), Petani asal Desa Beliti Jaya Kecamatan Muara Kelingi mengatakan pupuk subsidi saat ini susah untuk didapatkan. Dimana, kelangkaan ini membuat mereka harus menambah biaya sebesar Rp210 untuk membeli satu sak atau karung pupuk nonsubsidi dengan kemasan 50 Kg.

Dikatakannya, harga pupuk subsidi jenis poska biasa membeli melalui kelompok tani satu karung kemasan 50 Kg dengan harga Rp150 ribu. Sedangkan untuk nonsubsidi membeli langsung ke toko pertanian untuk kemasan 25 Kg dengan harga saat ini Rp180ribu.

Menurut ia, selain langka dan susah didapatkan kwalitas pupuk subsidi juga berbeda jauh dengan pupuk nonsubsidi yang dijual ditoko pertanian.

“Hingga saat ini petani belum mendapatkan kepastian dari Dinas Pertanian Mura terkait distribusi pupuk subsidi,”aku Casud.

Terlepas dari itu dirinya berharap agar pemerintah segera turun tangan memberikan bantuan kepada para petani untuk dapat mengakses pupuk dengan harga murah. Jika tidak, mereka bisa merugi. Pasalnya, untuk satu hektar lahan mereka membutuhkan 30 sak pupuk.

Sedangkan, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Mura Zuhri Syawal, melalui Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Pembiayaan Ahyan mengakui kelangkaan yang dialami petani disebabkan tidak sesuainya permintaan alokasi pupuk subsidi yang diajukan melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) dengan realisasi alokasi pupuk subsidi yang di terima.

Kemudian, dalam RDKK untuk satu kali musim tanam alokasi pupuk subsidi yang diajukan 39.228 ton dengan Rincian Urea 15.000 ton, Za sebanyak 2.865 ton, SP36 sebanyak.763 ton, NPK sebanyak 12.600 ton.

Sedangkan realisasi Alokasi subsidi yang diterima hanya 11.000 ton, UREA sebanyak 4.732 ton, Za mencapai 224 ton, SP36 sebanyak 1.134 ton, NPK mencapai 5.402 ton.

Hanya saja, masih banyak kekurangannya kebutuhan pupuk subsidi kurang lebih 28.228 ton kebutuhan pupuk subsidi yang di butuhkan jika mengacu pada RDKK tersebut. Dimana RDKK tersebut disusun oleh petani setiap musim tanam difasilitasi Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang selanjutnya dilaporkan kepada dinas untuk dijadikan usulan kebutuhan pupuk subsidi tersebut. Setelah usulan tersebut dialokasikan maka pupuk subsidi tersebut langsung di distribusikan melalui distributor dan pengecer yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian. Sebab, petani melalui kelompok tani dapat mengambil pupuk subsidi tersebut berdasarkan RDKK yang sudah dibuat. (Mg01-Krs)