Pilkada 2020, Demi Coklit, KPU Berjibaku dengan Lumpur

TERLUMPUR: Kendaran petugas coklit Pilkada yang terlumpur menuju daerah Semangus.(foto heru/enimekspres)

SILAMPARI ONLINE, – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten PALI terus melakukan Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih (Coklit) hingga kepelosok dan berkubang lumpur. Hal ini untuk  memastikan warga Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terdaftar pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.  Terungkap saat melakukan Coklik ke daerah perbatasan. Rombongan KPUD Kabupaten PALI didampingi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Talang Ubi harus melalui medan lumpur dan bergelombang.

 

Bacaan Lainnya

Ketua KPU Kabupaten PALI, Sunario SE melalui Ketua PPK Talang Ubi, Darul Kutni saat turun langsung melakukan Coklik yang berada di perbatan langsung dengan Kabupaten Musi Rawas membenarkan hal itu.
“Memang ada sejumlah jalan yang belum rampung pengerjaan pembangunannya, tepatnya di daerah pelosok atau daerah perbatan. Seperti daerah Semangus dan Suka Maju yang masih ada beberapa titik jalan yang berlumpur dan bergelombang,” jelas Darul, kemarin.
Meskipun harus berjibaku dengan lumpur dan kerja ekstra dalam menjangkau daerah tersebut, Dirinya bersama rombongan menjelaskan bahwa bukan menjadi alasan untuk menyurutkan langkah melakukan Coklik agar masyarakat dapat menyampaikan hak pilihnya.
“Daerah perbatasan dan daerah pelosok juga harus kita perhatikan, selain menjadi pintu gerbang masuk wilayah suatu daerah. Mereka juga memiliki hak yang sama untuk menyampaikan suara dalam hal ini Pilkada Kabupaten PALI, memilih pemimpin untuk mereka,” kata Darul.
Sementara itu, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Semangus, Riyadi, juga membenarkan bahwa diwilayahnya yang berada di ujung barat Kabupaten PALI, masih terdapat sejumlah titik jalan penghubung yang mengalami rusak.
Kata dia, di wilayah Semangus memang merupakan wilayah perbatasan dan berada di ujung Kabupaten PALI. Meskipun pemerintah sudah melakukan pembangunan jalan, namun memang ada sejumlah titik yang belum rampung pengerjaannya. “Sehingga masih ada jalan yang berlumpur dan bahkan kalau hujan tidak dapat dilalui kendaraan terutama roda empat,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya berharap agar ada perhatian dari pemerintah atau instansi terkait untuk membenahi kondisi jalan tersebut agar aktifitas ekonomi dan kegiatan lainnya dapat berjalan lancar.

“Yang jalan yang rusak itukan tidak panjang, hanya beberapa titik, kami sebagai warga berharap dapat segera diperbaika,” harap Riyadi.
“Selain aktifitas warga dan perekonomian lancar, juga saat pendistribusian kotak suara juga tanpa hambatan. Karena diwilayah tersebut juga terdapat datu Tempat Pemungutan Suara (TPS),” tukas dia.(ebi/enim ekrpes)