Pilkada Muratara Dinilai Rawan, Pemuda Warning Penyelenggara KPU dan Bawaslu

SILAMPARI ONLINE,

MURATARA- Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Muratara masuk pemetaan oleh Mabes Polri sebagai daerah yang dinilai rawan dalam pelaksanaan Pilkada di 270 daerah. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Polri, Kombes Asep Adi Saputra dalam keterangan presnya.

“Muratara masuk dalam tujuh daerah paling rawan secara Nasional, yakni Nabire, Timor Tengah Utara, Keerom, Manggarai Barat, Sumba Barat, Tojo Una-Una, dan Musi Rawas Utara,” ungkap Pemuda Muratara Abdul Aziz kepada Silampari Online, Selasa (4/2/2020).

Ini adalah warning bagi penyelenggara yakni KPU dan BAWASLU Muratara beserta jajaran, agar betul-betul bekerja secara profesional dan independen. Jadi lah penyelenggara yang berintegritas, agar demokrasi kita semakin baik.

“Jika para Penyelenggara bekerja secara independen, jujur dan mandiri, maka insya allah pilkada di Muratara berjalan dengan damai, saya mengingatkan secara khusus kepada komisioner KPUD Muratara agar melaksankan amanah yang berat ini penuh dengan Profesionalisme dan Mandiri,” tuturnya.
Agar pilkada muratara yang ke dua ini lebih baik lagi dari pada pilkada perdana pada tahun 2015 yang lalu. Profesional dan kemandirian, harus dimulai dari awal yakni rekrutmen PPK, PPS dan KPPS sesuai dengan standar UU No. 10 tahun 2016, jangan sampai ada titipan dari kepentingan politik tertentu.

Kepada para elit politik yakni pimpinan partai politik beserta para calon yang diusung nantinya harus memberikan pendidikan politik kepada masyarakat untuk mengedepankan politik yang santun, hindari fitnah dan ujaran kebencian.

Kepada pihak Polres Muratara, agar kiranya memantau, menghimbau dan pada akhirnya melakukan penegakan hukum, atas hujat, fitnah dan ujaran kebencian yang mulai bertebaran di medsos (facebook) oleh akun-akun yang tidak bertanggung jawab.

“Semoga masyarakat kita semakin dewasa dalam menghadapi perbedaan di tahun politik, agar tidak mudah di provokask oleh kepenting-kepentingan politik yang tidak siap berdemokrasi, menghalakan segala cara untuk mencapai kemenangan, karena sesunggungnya tujuan dari perhelatan pilkada ini adalah pembangungan yang berkesinambungan untuk daerah kita,” terangnya. (Agus)

Tinggalkan Balasan