Satu Untuk Semua

PKL Pasar Pulo Emass “Gruduk” Dua OPD

□ Ancam Demo Besar-besaran

Silampari Online,

EMPAT LAWANG- Tidak kurang dari 20-an orang pedagang yang mengaku dari perwakilan pedagang pasar Pulo Emass Tebing Tinggi, geruduk kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Empat Lawang dan selanjutnya ke kantor Dinas Satpol PP dan Linmas Kabupaten Empat Lawang, menuntut Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, berlaku adil terhadap seluruh pedagang pasar, Rabu (11/7).

Penyampaian tututan sejumlah pedagang ini, dipicu banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang menggelar dagangan di atas jembatan hingga ke arah luar Pulo Emass beberapa hari terakhir, hingga membuat kecemburuan sosial pedagang yang menggelar lapak di dalam kawasan Pulo Emass.

“Kami hanya ingin Pemkab berlaku adil, kalau memang tidak boleh berjualan di luar Pulo Emass, mengapa masih ada yang tidak ditindak yang berjualan di luar Pulo Emass. Lihat sendiri, jembatan diisi orang jualan hingga ke arah kantor Polres Empat Lawang, tolonglah berlaku adil,” ujar Ita, salah seorang pedagang.

Padahal sebut dia, sebelum direlokasikannya para PKL ke kawasan Pulo Emass, sudah ada kesepakatan tidak akan ada lagi yang menggelar lapak sayur dan buah di luar Pulo Emass dan di atas jembatan. “Namun nyatanya saa ini dari badan jembatan sudah sampai ke arah kantor Polres penuh oleh pedagang,” imbuhnya.

Mirisnya kata dia, para pedagang yang memenuhi badan jembatan hingga ke arah Polres Empat Lawang, adalah pedagang dari luar daerah seperti dari Curup dan Pagaralam. Sementara aparat sebut dia, seperti tidak melihat dan terkesan membiarkan. Akibatnya sebut dia, para calon pembeli, tidak banyak lagi yang masuk ke Pulo Emass dan itu sangat merugikan para pedagang yang menggelar lapak di dalam kawasan Pulo Emass.

“Kami tidak pernah berniat menghalangi siapapun yang berjualan di pasar Empat Lawang, namun harus sesuai kesepakatan, yakni di kawasan Pulo Emass, bukan di luar Pulo Emass. Karena itu kami minta agar para pedagang yang menggelar lapak di luar kesepakatan segera ditindak oleh pemerintah,” cetusnya.

Sementara, salah seorang perwakilan para pedagang Pulo Emass, Marwah usai berdialog dengan pihak Dinas Satpol PP Kabupaten Empat Lawang mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar demo besar-besaran jika tuntutan pihaknya tidak digubris Pemkab Empat Lawang.

“Tadi sudah berdialog dengan pihak Dinas Perdagangan, mereka pihak dinas minta waktu dua hari untuk menindaklajuti permasalahan ini. Kalau Pol PP, mereka tidak akan menghalangi pedagang untuk demo asal tidak dilakukan dengan cara anarkis,” kata Marwah.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Satpol PP Kabupaten Empat Lawang, Chandra SH mengakui kedatangan para pedagang pasar Pulo Emass, guna menyampaikan aspirasi terkait adanya para pedagang yang berjualan di lokasi yang tidak ditentukan sebelum direlokasi para PKL ke kawasan Pulo Emass.

“Satpol PP dalam hal ini sifatnya hanya membantu, relokasi sudah kita laksanakan dan untuk penataannya bukan wewenang kita. Namun kita siap kembali membantu menertibkan jika itu diminta,” ujar Chandra.

Dijelaskannya dialog pihaknya dengan perwakilan pedagang tadi, pihaknya tidak bisa mengambil solusi apapun, karena memang bukan tupoksi pihaknya untuk mencarikan solusi. “Adanya rencana demo para pedagang ke Pemkab, kita hanya sampaikan itu adalah hak mereka di alam demokrasi saat ini. Tapi, kita minta agar dilaksanakan dengan damai dan sesuai prosedur,” jelasnya. (HS-05)

Komentar
Loading...