Pohon Besar Hutan Konak Tumbang ke Gedung Sekolah

TIMPA : Sebatang pohon besar berumur ratusan tahun yang menimpa gedung SMA Negeri 1 Kepahiang. Saat ini sudah dibersihkan pihak sekolah, Jum'at (24/1/2020). Foto : KHS-06.

Ini Penjelasan Kepala UPTD KPHL Bukit Daun

SILAMPARI ONLINE, KEPAHIANG – Sebatang pohon besar yang berumur puluhan tahun di kawasan hutan Konak, tepatnya depan SMA Negeri 1 Kepahiang tumbang, Jum’at (4/1) lalu. Akibat kejadian tersebut pihak sekolah mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Muat Lebih

Kepala SMA Negeri 1 Kepahiang, Andri Heryanto memaparkan, dalam musibah itu, satu unit ruang kelas rusak, WC Siswa rusak, tower Internet hancur, rumah penjaga sekolah rusak berat dan jaringan listrik sempat putus.

Pihak sekolah kata dia, terpaksa harus mengeluarkan biaya sendiri, membersihkan dan sekaligus berbenah dari dampak kejadian itu. Sedangkan pihak kehutanan hanya melihat saja.

“Banyak kerugian kami, dalam kejadian musibah tersebut, sampai rehab menghabiskan kurang kebih Rp 10 juta,” ungkap Andri

Selaku Kepala Sekolah Andri mengakui dengan kejadian ini bukan tidak mencintai lingkungan atau tidak melindungi pohon, cuma harapannya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepahiang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu untuk mempertimbangakn keselamatan pihak sekolah.

“Karena sekolah merupakankan tempat banyak orang beraktivitas setiap harinya,” ujar dia.

Apa lagi, lanjut dia, lokasi kantor TU , ruang guru, parkiran, laboratorium fisika, laboratorium komputer, dan beberapa ruang kelas berada di bagian depan sekolah yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan lindung Konak dan seandainya kejadian serupa terulang, tingkat keselamatan di sekitar sekolah diragukan.

“Ada sekitar tiga batang pohon lagi yang berpotensi roboh menimpa sekolah. Semoga pihak kehutanan menyadari akibatnya nanti dan cepat tanggap sebelum pohon itu roboh,” harap Andri.

Selain dari permasalahan itu Andri juga berharap agar jalan menuju ke SMA Negeri 1 Kepahiang yang panjangnya kurang lebih 500 meter agar segera diperbaiki karena jalan tersebut sudah bertahun-tahun tidak direhab. Apalagi saat ini musim hujan jalan tersebut berlobang dan penuh genangan air hujan.

“Beberapa draenase mata air yang mengalir dipinggir jalan tersebut, tidak tertata dengan baik juga menggenangi jalan. Sehingga jalan tersebut becek. Tentu tidak Nyaman dan akan menganggu keselamatan pelajar dan dewan guru yang melalui jalan tersebut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala UPTD KPHL Bukit Daun, Yudi Riswanda SHut menjelaskan, hutan lindung Konak register 53, merupakan kawasan hutan yang telah ditetapkan Kementerian Kehutanan pada 1985 lalu. Jadi, bangunan yang berdiri harusnya mengikuti aturan, tidak mendekati kawasan hutan.

“Dulu SMA Negeri 1 Kepahiang, bangunannya tidak mendekati kawasan hutan, tapi dalam perkembangannya menjadi mendekati kawasan hutan,” jelas Yudi saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (24/1).

Diapun memaparkan, kawasan hutan juga memiliki peran dan fungsi yang penting dan harus dijaga. Didalam kawasan hutan Konak tambah dia, ada habitat mahluk hidup ciptaan Allah yang juga mesti dijaga kelestariannya.

“Kadang cak-cak da tau ajo. Lah ado musibah baru paham,” tukasnya. (KHS-06)