oleh

Polemik Jelang Musda, Ditengah Dualisme KNPI Musi Rawas 

Silampari Online 

MUSI RAWAS – Dualisme dalam pengurusan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Musi Rawas (Mura) jelang Musyawarah Daerah (Musda) makin memanas.

Dualisme KNPI Mura bukan yang pertama terjadi sebelumnya pada Musda KNPI 2015 lalu yang dilaksanakan di Hakmaz Taba juga terjadi dualisme yaitu Versi Yudi Fratama dan KNPI Versi Bahet Edi Kuswoyo. Maka dengan terbelahnya KNPI tersebut menyebabkan stagnasi bahkan kevakuman roda organisasi KNPI karena menyebabkan dukungan pemerintah atas anggaran KNPI tidak bisa digunakan, sehingga pupus lah perlahan lahan eksistensi KNPI Mura.

Kini Dualisme KNPI Mura Jelang Musda pun kembali terjadi antara Kubu Saprin Rais dan Dedi Busro. Dimana kedua Kubu masing-masing mengaku memiliki Surat Keputusan (SK) Karateker KNPI Mura dan berhak untuk menyelenggarakan Musda.

Diketahui sebelumnya kubu Saprin Rais telah melakukan melakukan audiensi dengan Bupati Mura, Hj Ratna Mahmud, Senin (19/4/2021) di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Mura guna melaporkan akan diselenggarakannya Musda KNPI Mura dalam waktu dekat.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dedi Busro setelah menerima SK sebagai Ketua KNPI Musi Rawas Periode 2021-2024 dari Ketua DPD KNPI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), M Hidayat mengaku akan segera melakukan konsolidasi dan akan melakukan audiensi dengan Bupati Mura.

“Terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh KNPI Sumsel untuk mengemban satu tanggung jawab sebagai Ketua KNPI Mura, sekembalinya dari Palembang kami akan segera melakukan konsolidasi dan akan melakukan audiensi dengan Bupati Mura,”ujar Dedi Busro. (Musyanto)