Polisi Obrak-Abrik Gelanggang Sabung Ayam

OBRAK : Tim Kepolisian Sektor (Polsek) Pendopo, saat mendatangi dan mengobrak-abrik gelanggang sabung ayam di Desa Muara Karang, Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Selasa (1/10/2019) sekitar jam 17.30 WIB. Foto : Istimewa.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Kepolisian Sektor (Polsek) Pendopo, mendatangi dan mengobrak-abrik gelanggang sabung ayam di Desa Muara Karang, Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang, Selasa (1/10/2019) sekitar jam 17.30 WIB.

Sayangnya dalam penggerebekan itu, polisi tidak berhasil menangkap para tersangka judi sabung ayam, karena keburu kabur sebelum polisi tiba di lokasi. Hanya saja, polisi berhasil mengamankan barang bukti 2 ekor ayam di lokasi gelanggang, yang ditinggalkan begitu saja oleh pemiliknya yang keburu lari masuk ke dalam hutan.

Muat Lebih

Berdasarkan informasi yang berhasil diterima Harian Silampari, penggerebekan lokasi judi sabung ayam di wilayah hukum Polsek Pendopo tersebut, berawal laporan masyarakat desa yang mengaku resah atas aktifitas perjudian di desa itu.

Berangkat dari informasi itu, anggota Polsek Pendopo berjumlah sekitar 9 personel yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pendopo, langsung merespon laporan masyarakat tersebut, dengan mendatangi lokasi gelanggang sabung ayam di desa itu.

Pada saat polisi tiba di gelagang sabung ayam, para pemain melarikan diri dan meninggalkan ayamnya. Kemudian personel Polsek Pendopo melakukan pembakaran tempat judi sabung ayam tersebut, dengan maksut tidak dapat digunakan kembali oleh para pelaku. Sementara barang bukti ayam dibawa ke Mapolsek Pendopo untuk diamankan.

Kapolsek Pendopo, Iptu Hariyanto membenarkan informasi tersebut. Menurutnya pembubaran gelanggang sabung ayam itu berkat laporan masyarakat karena memang sangat meresahkan.

“Kita hanya berhasil mengamankan barang bukti 2 ekor ayam. Kalau para pelaku keduluan kabur sesaat sebelum kita tiba di lokasi,” kata Hariyanto saat dikinfirmasi wartawan, Rabu (2/10/2019).

Lokasi judi sabung ayam itu, jelas Hariyanto, cukup jauh dari dari kawasan pemukiman. Anggotanya terpaksa jalan kaki cukup jauh untuj tiba di lokasi. “Lokasinya tengah hutan. Jadi, saat kita tiba mereka sudah kabur duluan,” tukasnya. (HS-05)

Penulis : Fahrurozi
Editor : …
Sumber : Harian Silampari