Polisi Tangkap Terduga Pelaku Rasisme Terhadap Warga Papua

Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan kepolisian menangkap satu terduga pelaku rasisme terhadap warga Papua (Miftahulhayat/Jawa Pos)

SILAMPARI ONLINE

Subdit 5 Tipidsiber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Selatan melakukan penangkapan terhadap Agus ST, 41, terduka pelaku rasisme terhadap warga Papua. Pelaku mengeluarkan makiannya melalui akun twitter @AgusMatta2 untuk menjawab sebuah pemberitaan media mainstream.
Dikutip dari JawaPos.com, dalam cuitannya itu, Agus menulis “Usir semua mahasiswa N Pemuda monyet Papua kembali Papua. Setelah itu kami rakyat NKRI siap tenggelam hancurkan”. Konten tersebut diunggah pada 30 Agustus 2019.

“Selain itu, pada 29 Agustus pelaku juga mem-posting status di akun twitter-nya yang berbunyi ‘Berkibarnya Bintang Kejora di depan Istana Negara dan TNI AD merupakan kehinaan yang luar biasa. Siapkan payung hukumnya agar kami rakyat bisa angkat senjata tuk NKRI harga mati’,” ujar Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/9).

Dedi menuturkan, penangkapan terhadap Agus dilakukan setelah penyidik melakukan analisis dan penyelidikan terhadap pemilik akun pada Senin (2/9). Penyidik kemudian menemukan keberadaan pelaku di Jalan Luwu VIII Blok G Nomor 127 Kecamatan Biringkanaya, Sulawesi Selatan.

“Kemudian dilakukan pengamanan terhadap pelaku beserta barang bukti dan membawa pelaku ke Polda Sulawesi Selatan untuk pemeriksaan lebih lanjut,” lanjut Dedi.

Dari keterangan yang dikumpulkan penyidik, Agus melalukan aksi rasisme tersebut karena kesal terhadap warga Papua. Dia menilai mereka tidak ada rasa apresiasi kepada pemerintah yang telah melakukan pembangunan di Papua.

“Pelaku mem-posting konten tersebut karena muncul jiwa patriotnya dan merasa bahwa masyarakat Papua tidak ada rasa terima kasih terhadap pemerintah yang telah berbuat banyak dan memberikan bea siswa untuk pemuda Papua,” tegas Dedi.

Dari tangan Agus, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa 1 lembar screenshot postingan pelaku, dan 1 unit telepon genggam milik pelaku. Agus terancam dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) Juncto Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Sabik Aji Taufan