PT MMM Pertanyakan Status Izinnya

53
FOTO : NET
Ilustrasi
Advertisement

Silampari Online,

MURATARA – PT Muratara Manis Madu (MMM), perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan tebu dan pabrik gula yang ingin berinvestasi di Kabupaten Muratara, mempertanyakan status izinnya yang masih menggantung.

Pasalnya, perusahaan yang sudah sosialisasi dan mengejar izin sejak tahun 2017 itu hingga kini belum mendapat kepastian, apakah diizinkan berinvestasi di Kabupaten Muratara atau tidak.

Suharto, pelaksana lapangan PT MMM mengatakan, pemerintah Kabupaten Muratara seharusnya memberikan ketegasan kepada setiap perusahaan yang akan berinvestasi.

“Kalau ada investor mau investasi persyaratan apa saja, kalau memenuhi syarat diterima, kalau tidak memenuhi syarat ditolak. Kalau seperti ini PT MMM menggantung, dapat izin tidak, ditolak juga tidak. Kalau memang ditolak ya tolak saja, mungkin perusahaan akan mencari lokasi investasi di daerah lain,” katanya.

Menurut Suharto, PT MMM sudah menyampaikan visi misi, tujuan serta komitmen berinvestasi di Kabupaten Muratara. Bahkan segala persyaratan perizinan sudah dipenuhi, namun tak kunjung mendapatkan izin.

“Persyaratannya sudah dipenuhi semua, PT MMM juga sudah terdaftar di OSS, ini malah perusahaan diminta meyakinkan lagi ke pemerintah, yah kita bingung, apa yang mau diyakinkan lagi, karena di berkas permohonan izin itu kami rasa sudah lengkap,” ujarnya.

Suharto menambahkan, saat ini sudah banyak masyarakat yang bertanya kepadanya terkait kapan perusahaan tersebut beroperasi. Sebab, hadirnya perusahaan itu tentu berdampak positif bagi terbukanya lapangan pekerjaan dan meningkatnya perekonomian masyarakat.

“Masyarakat sudah banyak yang tanya ke saya, kapan mulai operasionalnya, saya juga bingung jawabnya, karena sampai sekarang masih gantung, belum mendapatkan izin dari pemerintah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Muratara, Devri Pauzal Adzim melalui Kabid Pelayanan Perizinan, Umi Wijiyanti mengatakan, belum diterbitkannya izin terhadap PT MMM dikarenan perusahaan tersebut belum terdaftar di perizinan berusaha yang terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS).

“Dari data yang kami miliki, sampai saat ini perusahaan PT MMM belum terdaftar di aplikasi OSS,” jelasnya.

Sedangkan peraturannya kata Umi, setiap perusahaan yang ingin mengajukan perizinan berusaha haruslah melakukan pendaftaran terlebih dahulu melalui sistem OSS.

“Setelah mereka melakukan pendaftaran, akan dilakukan evaluasi di tingkat kementerian terkait. Apabila memenuhi komitmen saat dievaluasi maka akan diefektifkan izinnya,” tambah dia.

Dalam proses evaluasi, perusahaan tersebut akan dilihatkan studi kelayakannya. Baik dari segi kelayakan ekonomi maupun kelayakan lingkungan.

“Jika mereka hanya layak lingkungan saja, namun perekonomiannya tidak maka tidak bisa, begitupun sebaliknya. Tetapi kalau sudah dinyatakan layak semua, maka izinnya bisa dikeluarkan,” jelasnya. (KHS-01)