PT.Taspen Lubuklinggau Salurkan Modal Usaha

Kepala Taspen Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggabean didampingi Kabag Umum, Alirmanjaya foto bersama dengan 5 orang penerima program kemitraan, Selasa (12/8/2019). foto Aan Afrinaldi

SILAMPARI ONLINE

# Wujudkan Perusahaan Bersih, Sehat dan Benar

LUBUKLINGGAU – Penyaluran program kemitraan PT.Taspen Cabang Lubuklinggau sangat membantu dan meringankan pelaku usaha kecil yang sangat membutuhkan modal dana untuk keperluan usahanya masing-masing.

Muat Lebih

Terlihat kemarin, Selasa (12/8) PT.Taspen Cabang Lubuklinggau menyalurkan program kemitraan tahap pertama kepada 5 orang di ruangan rapat Kantor yang langsung diserahkan oleh Kepala Taspen Cabang Lubuklinggau, Daniel Paruhum Panggabean didampingi Kabag Umum, Alirmanjaya.

“Penyaluran program kemitraan ini merupakan tahap pertama dari yang direncanakan tahun 2019 sebanyak 9 orang. Namun karena ini dana bergulir maka penyerahan tahap kedua pada September atau Oktober 2019 ini,”ungkap Daniel.

Penyerahan atau penyaluran program kemitraan Taspen Cabang Lubuklinggau ini kepada 5 orang sebanyak Rp.135 juta dengan rincian kepada Suriani Rp. 25 juta, Yasrin Rp. 25 juta, Maria Novita Dharmayanti Rp.35 juta, Jumiati Rp.25 juta dan Eni Ningsih sebesar Rp.25 juta.

Dijelaskannya, program kemitraan ini bukan bersifat iba, tapi adalah pemberian modal usaha yang relatif dengan bunga yang kecil yakni, hanya 3 persen setahun dan ini harus dikembalikan tepat pada waktu.

“Dan modal ini dapat dipergunakan untuk modal usaha dengan para mitra bina Taspen dengan sebaik-baiknya,”ucapnya.

Melalui kegiatan ini, Daniel mengharapkan kedepan dapat terus berkelanjutan, sebab program ini merupakan program kerja dari direksi PT Taspen Kementerian BUMN. Oleh karena itu, penyaluran program kemitraan ini harus tepat sasaran dan dapat digunakan sebaik mungkin.

Selain itu, sambung Daniel saat ini PT.Taspen akan pelaksanaan sosialisasi Whistleblowing System kepada Peserta Taspen. Whistleblowing System (WBS) adalah mekanisme bagi perusahaan dalam pelaporan atas dugaan pelanggaran atau kecurangan yang berindikasi merugikan bagi perusahaan atau hal-hal lain yang melanggar kode etik dan/atau peraturan perundang-undangan.

Tujuannya, sambung Daniel menciptakan iklim kerja yang kondusif dan menjadi sarana bagi stakeholder untuk melaporkan hal yang dapat menimbulkan kerugian perusahaan baik fiansial maupun non fiansial yang dapat merusak citra dan keberlangsungan usaha perusahaan, memberikan kesempatan kepada stakeholder dalam menyampaikan laporan dugaan pelanggaran berdasarkan bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan dan mewujudkan perusahaan yang bersih, sehat dan benar.

“Whistleblowing System PT TASPEN (PERSERO) ditetapkan berdasarkan Peraturan bersama Direksi dan Dewan Komisaris PT TASPEN (PERSERO) Nomor: PD–32/DIR/2013 dan KEP.04/DK–TASPEN/2013 yang wajib disosialisasikan kepada stakeholders,” terangnya.

Sehubungan dengan hal itu Kantor Cabang Taspen Lubuklinggau akan melakukan sosialisasi Whistleblowing System kepada peserta secara tatap muka dalam kegiatan sosialisasi ke-Taspen-an dan melaporkan kepada Kepala Desk Kepatuhan secara bulanan dengan melampirkan daftar hadir peserta sosialisasi (materi sosialisasi WBS terlampir).

Kemudian, kata dia, melakukan publikasi Whistleblowing System PT TASPEN (PERSERO) melalui semua saluran media sosial yang dimiliki Kantor Cabang dan menyampaikan surat edaran kepada seluruh instansi di wilayah kerja Saudara, dan melaporkan jumlah instansi yang telah disurati kepada Kepala Desk Kepatuhan.

Sementara itu, salah satu perwakilan penerima program kemitraan ini, Chandra (56) warga Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I mengatakan dimana nantinya dana ini akan dipergunakan untuk menambah dan mengisi warung istri.

“Rencana kita rombak dan diperbagus lagi warungnya. Dan isi warungnya juga kita tambah lagi,”katanya.

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Taspen Lubuklinggau, bahwa telah memberikan kesempatan mendapatkan dana tersebut dan memang betul-betul sangat bermamfaat sekali. “Ya, namanya selaku orang rendahan memang sangat butuh dana itu, apalgi bunganya hanya 3 persen setahun,”pungkasnya.(HS-01)