PTPN 7 Diduga Langgar Nota Kesepakatan

Ilustrasi (net)

Silampari Online, 

EMPAT LAWANG – Belum adanya penyelesaian sengketa lahan masyarakat seluas 75 hektare diklaim milik Ujang Zakariah diduga diserobot  PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 7, Unit Senabing, Afdeling III Sungai Berau. Namun, pihak perusahaan bergerak di bidang perkebunan sawit ini diduga melanggar nota kesepakatan, yang isinya kedua belah pihak tidak diperbolehkan memanen sawit di areal lahan yang disengketakan. Mengetahui pihak perusahaan melakukan pemanenan, sejumlah masyarakat mendatangi lahan sengketa dan mencegat karyawan perusahaan yang tengah melakukan pemanenan, Selasa (20/2). “Dalam kesepakatan, lahan dalam status quo, dimana kedua belah pihak, baik masyarakat maupun perusahaan tidak boleh memanen hasil sawit di lahan sengketa. Namun, kami kaget hari ini (kemarin, Red), pihak perusahaan melakukan pemanenan,” ungkap Adi, salah seorang warga.

Muat Lebih

Karena itu lanjutnya, mereka mempertanyakan dasar pihak perusahaan melakukan pemanenan sawit. Pihak perusahaan dinilai tidak mematuhi kesepakatan yang ada, sehingga berbuat hal yang melabrak kesepakatan yang telah ada. “Coba lihat di surat kesepakatan itu, kan dua belah pihak menyetop aktivitas dimana kedua belah pihak tidak boleh memanen sawit di lahan sengketa. Tapi, mengapa pihak perusahaan masih melakukan pemanenan?,” katanya dengan nada mempertanyakan.

Adi melanjutkan, perihal ini tidak akan mereka biarkan begitu saja. Pihaknya akan kembali mengadukan prihal ini ke DPRD Empat Lawang yang sebelumnya telah mengecek lokasi lahan sengketa dan memproses sengketa lahan ini. “Kami akan laporkan ke DPRD Empat Lawang yang memproses masalah sengketa lahan ini. Kami tidak akan tinggal diam, sebelum ada penyelesaian sengketa lahan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, ketika ditemui di kantor PTPN 7 Afdeling III Sungai Berau, Pengawas Lapangan, Maulana didampingi Kepala Keamanan, Muladi tak menampik melakukan pemanenan di lahan yang disengketakan dan memang sempat dicegah oleh sejumlah warga yang datang. Meski sempat terhenti sejenak, setelah memberikan penjelasan kepada masyarakat pemanenan dapat di lanjutkan kembali. “Iya, ada anggota keluarga Ujang Zakariah yang mengklaim lahan datang. Mereka sempat mencegat, tapi setelah kami berikan penjelasan mereka  tidak menahan lagi dan panen tetap dilanjutkan,” ungkapnya.

Menurut Maulana, pemanenan dilakukan oleh pihak PTPN 7 tidak menyalahai ataupun melabrak nota kesepakatan yang ada. Nota kesepakatan itu sendiri dibuat secara sepihak, sehingga kesepakatan yang dibuat merugikan salah satu pihak. “Tidak ada dalam kesepakatan, kesepakatan itu juga dibuat sepihak dari mereka. Kalau tidak dipanen, pihak perusahaan yang dirugikan,” kilahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 DPRD Empat Lawang, Makmun ketika dikonfirmasi via handphone mengatakan, pihak PTPN 7 tidak ada itikad baik untuk penyelesaian sengketa lahan ini. Masalah ini akan diselesaikan secara profesional dan profosional. Mengenai, pemanenan yang dilakukan pihak perusahaan di lahan sengketa, dirinya    mendapat laporan. “Memang tidak ada itikad baik dari PTPN 7. Saya sedang berada di Jakarta, jadi belum dapat laporan masalah pemanenan di lahan sengketa. Ya, nanti saya cek dulu kebenarannya,” tutupnya. (HS-04)