Puluhan Tahun Pasar Benih Ikan Tugumulyo Terbengkalai

Kondisi bangunan pasar benih ikan di Kelurahan Pasar B Srikaton sepi dan tidak ada aktifitas sebagaimana pemanfaatannya sejak kurun beberapa tahun terakhir.

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Bangunan yang diduga telah puluhan tahun yang lalu dibangun Pasar Benih Ikan di B Srikaton Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas (Mura) tidak dipergunakan. Bahkan, hingga sekarang bangunan tersebut terbengkalai dan tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya.
Pantauan dilapangan bangunan pasar benih ikan tersebut sudah tampak kusam dan rusak serta tidak terawat dan ditumbuhi dengan semak belukar. Padahal, pembangunannya memakan biaya yang tidak sedikit. Bahkan, jika dimanfaatkan tentunya keberadaan pasar benih ikan tersebut meningkatkan taraf hidup masyarakat. Khususnya penjual benih ikan karena mereka memiliki satu tempat memasarkan benih ikannya
Suherman (45) warga B Srikaton Kecamatan Tugumulyo mengatakan sudah lama bangunan tersebut berdiri mungkin hampir sepuluh tahun lebih. Tetapi, setelah dibangun pasar tersebut tidak dipergunakan.  “Awalnya pak bangunan itu untuk pasar benih ikan. Karena jika dilihat di dalam pasar ada bangunan bak-bak seperti tempat ikan yang dibuat secara permanen dengan semen. Tetapi, sampai sekarang bangunan itu tidak dipergunakan,” kata Suherman kepada Harian Silampari, Rabu (28/2).
Lebih lanjut diakuinya sampai sekarang juga tidak ada yang memanfaatkan bangunan tersebut. Sehingga, bangunan itu rusak dan tidak terawat akibat dimakan usia. Padahal, seharusnya bangunan itu dapat dipergunakan daripada membangun baru karena tidak sedikit biayanya.  “Lebih baik yang ada digunakan dan dilengkapi fasilitasnya sehingga dengan begitu tentunya bisa bermanfaat besar bagi masyarakat,”terangnya.
Menaggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perikanan (Disperikan) Kabupaten Mura, Bambang Hariadi menjelaskan, tidak berfungsinya pasar benih ikan di B Srikaton Kecamatan Tugumulyo karena terkendala air. Sebab, untuk benih ikan perlu pasokan air yang cukup. “Nantinya kita rapatkan apakah bisa pompa atau lainnya. Karena memang beberapa waktu lalu musim kemarau sehingga pasokan air menjadi kecil,”jelas Bambang.
Terlepas dari itu, pihaknya akan segera berkoordinasi nantinya. Sebab, jika air diambil dari saluran irigrasi dengan membelokan pasokan air maka dikhawatirkan berdampak pada pasokan air ke sawah-sawah petani.
“Pada dasarnya pasar benih ikan ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kami khususnya agar kedepan dapat lagi beroperasi untuk dimanfaatkan sebagaimana mestinya,”pungkasnya. (HS-02)