oleh

PWI Lubuklinggau Bersama LMG & SMSI Gelar Dialog Pers

-Utama-102 Dibaca

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU– PWI Lubuklinggau membuat gebrakan Baru dipenghujung Tahun 2020 Menggelar Dialog Pers Bersama Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun dan Ketua PWI Sumsel H Firdaus Komar, Mengusung Tema “Pers Sehat dan Pengaruhnya Terhadap Daerah”, Selasa (8/12/2020) di Aula Graha Pena Linggau Pos.

Kegiatan ini merupakan kerjasama PWI Lubuklinggau bersama LMG dan SMSI Silampari  turut hadir dalam acara Dialog CEO LMG Solihin, Kadiskominfo Musi Rawas Abdul Rozak, Kabid Komunikasi Publik Diskominfo Lubuklinggau Febrian Saputra, Ketua PWI Lubuklinggau Endang Kusmadi, Ketua PWI Musi Rawas Jhuan Silitonga, Ketua PWI Muratara Marwan Azhari, Ketua SMSI Silampari Agus H Handoyo, para General Manager dan Pempred dibawah naungan LMG, anggota dan pengurus PWI dan SMSI.

CEO LMG Solihin menjelaskan bahwa Linggau Pos adalah koran harian pertama di Sumbagsel yang terbit di daerah. “Kami menjadi koran pertama yang terbit bukan di ibukota Provinsi,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, sebagai tuan rumah tempat pelaksanaan dialog, ia mengucapkan terimakasih atas kehadiran Wakil Ketua Dewan Pers. Selain itu, juga mengharapkan Wakil Ketua Dewan Pers juga bisa dilaksanakan verifikasi faktual media di bawah naungan LMG.

Sementara itu Ketua PWI Lubuklinggau Endang Kusmadi, mengharapkan peserta dialog memanfaatkan kesempatan langkah ini, dengan sebanyak-banyaknya menggali ilmu dari Wakil Ketua Dewan Pers dan Ketua PWI Sumsel yang memberikan materi secara virtual.

Wakil Ketua Dewan Pers Hendry CH Bangun dalam kesempatan tersebut banyak memberikan trik-trik agar pers sehat dan bisa bersaing menghadapi persaingan. Diantaranya seperti harus tampil beda, bisa menyesuaikan dengan kondisi.

Kemudian wartawan dan perusahaan juga harus mematuhi kode etik, secara ekonomi harus tumbuh. “Maksudnya perusahaan harus untung. Jadi pengelola media harus kreatif,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, wartawan juga harus berkualitas dengan terus menempa diri melalui pelatihan-pelatihan, mengikuti uji kompetensi dan lain sebagainya. “Kalau tangung-tanggung, berhentilah jadi wartawan,” katanya.

Hal yang sanada dijelaskan Firdaus Komar dalam materinya. Ia mengajak wartawan dan pengelola media untuk kreatif, agar pers bisa bertahan dalam kondisi yang serba sulit ini. “Pers yang sehat tentunya akan memberikan kontribusi kepada daerah,” tutup Firdaus yang hadir secara zoom meeting