Ratusan Lapak PKL Dibongkar Paksa

Foto : Ist/PP TEGAS : Tim gabungan bertindak tegas membongkar lapak PKL, belum juga mau pindah ke PTM di Jalan Prof M Yamin, kemarin.

SILAMPARI ONLINE

PRABUMULIH
– Belum juga pindah ke Pasar Tradisional Modern (PTM), sudah berapa kali diimbau dan tetap bandel. Akhirnya, kemarin (17/9), tim gabungan bertindak tegas menertibkan lapak PKL di sejumlah jalan. Seperti PKL di Jalan Prof M Yamin, Jalan Andalan, Gang Buntu, dan lainnya. Informasi dihimpun koran ini, kemarin setidaknya 200 lapak PKL dibongkar paksa dan diangkut petugas.

Tim gabungan terdiri dari Sat Pol PP, Dishub, TNI (Yonzipur, Koramil, Subdenpom), dan Polres Prabumulih. Kepala UPTD Pasar Inpres, Taufik Hidayah SE ketika dikonfirmasi membenarkan hal itu. Pihaknya terpaksa tegas, hinga akhirnya menertibkan dan melakukan pembongkaran paksa lapak PKL.

Karena, sudah dilakukan sosialisasi dan berkali-kali diimbau agar PKL pindah ke PTM. “Sekitar 200 PKL, layaknya terpaksa kita tertibkan. Diangkut, agar tidak lagi berjualan di lokasi tersebut dan pindah ke PTM. Baik, Jalan Prof M Yamin, Jalan Andalas, Gang Buntu, dan lainnya,” ujar Taufik kepada awak media.

Meski demikian, ia tetap mengimbau PKL masih tetap bertahan berjualan di jalanan walaupun tidak ada lapak, agar pindah ke PTM. Lantaran, penertiban ini dilakukan untuk pemungsian jalan tersebut. “Kan lapak sudah kita siapkan di PTM, ketimbang ditertibkan lagi petugas kita. Sebaiknya, pindah ke PTM berjualan mengais rezeki,” terangnya.

Tidak hanya pedagang, akunya masyarakat juga diimbau berbelanja di PTM. Karena, PKL sudah dipindahkan ke lokasi di sana. Sebagai upaya penataan dan penertiban dilakukan Pemkot, memfungsikan jalan belakang pasar agar tidak macet dan semerawut lagi. “Imbauan itu kita lakukan, agar PTM bisa difungsikan secara maksimal dan optimal. Apalagi, PKL sudah berangsur-angsur pindah dan menempati PTM,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kasat Pol PP, Hartono SE MSi juga membenarkan, kalau personelnya ikut dalam penertiban dan pembongkaran lapak PKL di Jalan Prof M Yamin. Lalu, Jalan Andalas, dan Gang Buntu. “Ratusan lapak PKL, kita tertibkan dan bongkar paksa. Karena, bandel tidak mau patuh imbauan pindah ke PTM. Lapak tersebut, kita angkut menggunakan mobil,” tukasnya.

Kata Hartono, sebelumnya memang telah dilakukan sosialisasi dan imbauan agar PKL segera pindah ke PTM. Namun, imbauan itu tidak seluruhnya didengarkan pedagang. “Kita sebagai penegak aturan, yah sifatnya menjalankan tugas saja. Apalagi, sudah jelas aturan dan ketentuannya,” pungkasnya.

Salah satu pedagang sempat dibincangi koran ini mengaku, mau pindah setelah HUT Kota nanti ke PTM. “Rencana kita sudah HUT Kota, pindah ke PTM. Karena, warga masih banyak belanja ke sini,” akunya sambil tidak mau disebutkan namanya. Selain itu, ucapnya PTM sendiri kondisinya belum ramai dan sepi. Hal itula membuat dirinya selaku pedagang, berat menempati PTM kini mulai diisi pedagang secara bertahap. “Kalau sepi warga, jelas pendapatan kita berkurang,” pungkasnya.

*Sumber : Prabumulih Pos