Ratusan Warga Tuntut Selesaikan Sengketa Lahan dengan PT SMS

SILAMPARI ONLINE,

EMPAT LAWANG – Ratusan warga Desa Tanjungkupang Baru Kecamatan Tebing Tinggi, menggelar aksi damai ke Pemkab Empat Lawang, menuntut penyelesaian segera sengketa lahan antara warga Desa Tanjungkupang Baru, dengan PT Sawit Mas Sejahtera (PT SMS), Selasa (11/8).

Bacaan Lainnya

Meski sempat kecewa karena gagal bertemu dengan Bupati Empat Lawang H Joncik Muhammad, aksi yang dimulai sekitar jam 9.00 WIB dengan long march dari depan RM Harapan Baru simpang tiga Jalan Poros Talang Banyu, berakhir di depan kantor Bupati Empat Lawang tersebut, tetap berlangsung tertib, hingga akhirnya sekitar jam 12.00 WIB massa membubarkan diri.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LSM BP3RI Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Ramli Pribadi mengatakan, pihaknya selaku pendamping masyarakat Desa Tanjungkupang Baru, sebelumnya sudah memberitahukan rencana demonstrasi ini ke Pemkab, BPN, kepolisian dan aparat keamanan lainnya.

Pelaksanaan demonstrasi ini jelas dia, pada intinya menuntut penyelesaian sengketa lahan antara masyarakat Desa Tanjungkupang Baru dengan PT SMS. Karena sudah puluhan tahun belum juga terselesaikan.

“Harapan masyarakat Desa Tanjungkupang Baru, persoalan ini segera diselesaikan. Mediasi?, kalau sudah berpuluh-puluh tahun, itu bukan mediasi lagi,” ungkap Ramli.

Diapun menyebut, luasan lahan yang disengketakan kurang lebih 700-an hektar dan pihaknya menjamin aksi demonstrasi ini tetap berjalan tertib, aman dan damai tanpa anarkis. “Kita hanya meminta ke pak bupati, untuk diselesaikan masalahnya, karena mereka ini adalah warganya, bukan dibiarkan,” imbuh dia.

Lebih lanjut Ramli menyebut, dalam posisi saat ini pihaknya menyadari, persoalan terjadinya sengketa lahan ini bukan salahnya Bupati Empat Lawang, namun jika terus dibiarkan, nantinya akan menjadi salahnya Bupati Empat Lawang juga.

“Dalam posisi saat ini, bukan salahnya Bupati Empat Lawang, karena persoalan sengketa lahan ini merupakan warisan Kabupaten Lahat. Namun, jika terus menerus dibiarkan, akan menjadi salahnya beliau juga selaku Bupati Empat Lawang,” katanya. (Oci)