Rehabilitas Warga Binaan Narkoba Dianggarkan Rp 1,6 M

  • Whatsapp
TEKS FOTO Foto bersama Wabup Kabupaten Mura, Hj Suwarti dan Kadivpas Kemenkum dan Ham Sumsel Giri Purbadi serta Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Lubuklinggau, Rudik Erminanto sekaligus para napi. (Ist)

SILAMPARI ONLINE,

MUSI RAWAS– Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumatera Selatan Ajub Suratman, memberikan arahan dan bimbingan di Lapas Narkotika klas IIA Muara Beliti.

Bacaan Lainnya

Hal ini dalam program rehabilitas sosial dan pelatihan kemandirian bagi warga binaan kepemasyarakatan. Sehingga, dengan adanya program ini untuk membantu para napi lepas dari jerat narkoba.

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Lapas Narkotika, dihadiri Wakil Bupati Musi Rawas (Mura), Hj Suwarti, Kadivpas Kemenkum dan Ham Sumsel Giri Purbadi, Kalapas Muratara, Kepala BNN Kota Lubuklinggau AKBP Himawan Bagus Riyadi, Kasat Narkoba Polres Lubuklinggau Iptu Sofian Hadi, perwakilan Kodim dan lainnya.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Lubuklinggau, Rudik Erminanto mengatakan, bahwa kegiatan arahan dan bimbingan ini merupakan sebagai semangat menuju WBK. Walupun lagi wabah corona, namun semangat terus demi WBK. Dimana, untuk jumlah penghuni Lapas Narkotika sebanyak 827 orang dengan napi laki-laki ada 806 orang dan perempuan 21 orang. Program rehabilitas berjalan dengan bekerjasama dengan BNN, Dinas Kesehatan dan Konselor narkoba.

“Untuk tahun ini ada 500 orang untuk rehab yang dibagi menjadi dua semester masing-masing 250 orang. Dimana, program rehab dianggarkan oleh Negara melalui APBN dengan dana Rp1,6 milyar untuk 500 orang. Harapan dengan rehap, pengguna narkoba bisa bersih dari narkoba dan bisa insaf serta kembali ke jalan yang benar,”jelas Rudik kepada Harian Silampari, Selasa (24/3).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, disamping itu para napi juga diberikan pelatihan mandiri untuk 80 orang di bagi 20 orang dengan empat kegiatan yakni otomotif, pelatihan komputer, pelatihan kelistrikan dan Las dengan kerja sama langsung dengan instruktur langsung dari Disnaker Mura dan BLK Kota Lubuklinggau. Dimana, kegiatan dilakukan selama 19 hari yang mulai dari awal Maret.

“Seluruh napi akan mendapatkannya, yang dibagi beberapa tahap, 2020 ini ada 340 napi dibagi dengan 17 kegiatan. Namun, syaratnya yang memiliki semangat untuk maju dan memiliki keterampilan untuk dikembangkan lagi,”terangnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Mura, Hj Suwarti menyambut baik dengan dilaksanakannya pelatihan kemandirian binaan pemasyarakatan Lapas Narkotika Kelas IIA Muara Beliti. Kegiatan pelatihan kemandirian ini merupakan bekal bagi warga binaan supaya berdaya guna dan mandiri sehingga diterima di lingkungan masyarakat dengan lebih baik.

“Saya pesan kepada saudara, setelah mendapatkan skill pengetahuan atau keterampilan maka manfaatkaniah itu dengan baik, pilih salah satu potensi daerah kita yang melimpah ini menjadi usaha,”tutur Suwarti.

Sedangkan, Kakanwil Kemenkumham Sumsel Ajub Suratman menjelaskan, berdasarkan instruksi Presiden, karena Indonesia darurat narkoba, maka baik Pemerintah, Polri, TNI dan seluruh lapisan masyarakat sama-sama nyatakan perang untuk narkoba.

“Selain darurat narkoba ada juga timbul adalah virus corona, jadi dunia ini hanya sementara dengan akhirat selama-lamanya, mari kita bertobat dan berbuat baik. Selalu lakukan ibadah baik dalam kehidupan sehari-hari, karena dalam ibadah kita tidak takut mati, dan siap menghadapi maut,”pesannya.

Terlepas dari itu, ia mengajak agar sama-sama bebas narkoba dan korupsi. Namun, iaperintahkan kepada Kalapas jangan ada lagi kunjungan untuk sementara, mari kita sabar karena Pemerintah sekarang lagi perang dengan virus corona. Selain itu kemarin ada penyemprotan desinfektan, dan hand sanitizer serta masker selain itu mari kita hidup bersih.

“Intinya bagi warga binaan yang mendapat rehab mari ikuti sungguh-sungguh rehab tersebut agar nantinya bersih dari narkoba, selain nanti bisa itu juga pelatihan pembinaan pemasyarakatan yakni dengan pelatihan kemandirian. Sebab, dengan pelatihan mandiri bisa memulai hidupnya apabila kembali ke masyarakat dan jangan kembali lagi ke lapas narkotika,”pungkasnya. (krs)