oleh

Rehabilitasi Irigasi di Musi Rawas Tuai Penolakan

Silampari OnlineĀ 

MUSI RAWAS- Gelombang penolakan terhadap rencana rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) mendapatkan penolakan dari sejumlah aktivis dan organisasi masyarakat (Ormas) yang ada Musi Rawas (Mura).

Salah satu ormas yang mengaku menolak terhadap rencana rehabilitasi Irigasi tersebut adalah Aliansi Peduli Petani (APP) Mura.

Aksi penolakan tersebut dilakukan oleh APP Mura dengan melakukan pemasangan spanduk yang bertuliskan Tolak rehabilitasi Daerah Irigasi di Kabupaten Mura pada setiap pintu air irigasi yang berada di Kecamatan Tugumulyo.

Koordinator Umum APP Mura Aren Frima saat dihubungi Silampari Online Jum’at (21/5/2021) membenarkan adanya aksi tersebut.

“Hari ini (kemaren) kami dari APP melakukan aksi pemasangan spanduk tolak rehabilitasi irigasi Mura di setiap pintu air irigasi yang berada di Kecamatan Tugumulyo,”jelasnya.

Dikatakannya, aksi pemasangan spanduk penolakan tersebut tidak bermaksud untuk mempersulit rencana kerja Pemerintah Daerah. Namun kami menginginkan kegiatan rehabilitasi irigasi tersebut dapat di lakukan pengkajian kembali terhadap dampak sosial yang di timbulkan tidak sekedar mempertimbangkan nilai proyeknya saja.

Menurut ia, dengan adanya rehabilitasi irigasi tentu akan banyak yang terdampak. Salah satu contohnya para buruh tani, mereka harus kehilangan mata pencaharian tatkala sawah garapan mereka tidak dapat di olah karena tidak ada pengairan.

“Proses pengerjaan rehabilitasi irigasi tentunya akan membutuhkan waktu lama, disinilah pemerintah daerah harus dapat mencarikan solusi bukan sekedar memikirkan nilai fisik proyeknya saja tetapi kepekaan sosial juga perlu diperhatikan,”terangnya.

Setelah aksi pemasangan spanduk nanti kami akan melakukan fasilitasi terhadap para petani untuk dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi mereka terhadap Pemerintah, jika upaya tersebut tetap tidak di tindaklanjuti maka kita akan lakukan aksi masa.

Untuk di ketahui, hasil audiensi Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Ir Birendrajana bersama Bupati Mura, Hj Ratna Machmud beserta pejabat terkait, Jum’at (5/3/2021), merencanakan Estimasi awal, proses rehabilitasi Daerah Irigasi (DI) Tugumulyo tahap pertama, pengeringan akan dilakukan selama tiga bulan, pada Agustus sampai Oktober 2021 ini. Selanjutnya, kembali dilakukan pengeringan Maret sampai Agustus 2022 mendatang.

Disampaikan Birendrajana, perlunya dilakukan rehabilitasi saluran DI Tugumulyo ini, karena area persawahan di hilir lebih kurang 2.518 hektare tidak mendapatkan air irigasi secara optimal. (Musyanto)