Relaksasi, Peserta JKN/KIS Nunggak Diberikan Keringanan Pembayaran

SILAMPARI ONLINE,

LUBUKLINGGAU-Kabar gembira bagi peserta JKN/KIS yang menunggak di Lubuklinggau dan sekitarnya. Sebab, Pemerintah melalui BPJS Kesehatan melaksanakan program Relaksasi. Keuntungan bagi masyarakat, yakni ada keringanan pembayaran, dari nunggak 2 tahun atau 24 bulan ke atas cukup bayar 7 bulan saja.

Bacaan Lainnya

Hal itu disampaikan Kepala BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau, Harry Nurdiansyah kepada Silampari Online (hariansilampari.co.id), Senin (10/8/2020).

Pria kelahiran Tanggerang 25 Mei 1981 mengatakan, Bpjs kesehatan saat ini ada Program Relaksasi yang sayang sekali untuk dilewatkan peserta. Ayo masyarakat untuk memanfaatkan program Relaksasi ini. Tentunya, sangat menguntung para peserta yang menunggak pembayaran BPJS Kesehatan.

” Akan ada Kemudahan dan keringanan di program relaksasi ini , kalau ada peserta yang menunggak 24 bulan Keatas dengan adanya program releksasi ini cukup bayar 6 bulan dan 1 bulan berjalan arti cukup bayar 7 bulan saja sudah bisa aktif kembali kartu BPJS nya Program di mulai juni ini sampai dengan Desember 2020,” terangnya.

Namun untuk cicilan keterlambatannya bisa diangsur sampai dengan Desember 202, sambung pria lulusan S1 Farmasi Apoteker di Institut Sains dan Teknologi Nasional ini, begitu banyak kemudahan yang ditawarkan bpjs kesehatan untuk masyarakat.

“Untuk peserta yang ingin turun kelas khusus di bulan Agustus ini, kami kasih kemudahan lagi tanpa harus menunggu satu tahun,” janjinya.

Lanjut Pria yang hobi olahraga Badminton, menyebutkan, kalau untuk wilayah kerja di BPJS Kesehatan Cabang Lubuklinggau ini dirinya membawahi enam Kabupaten/Kota yakni Kota Lubuklinggau, Kota Pagaralam, Kabupaten Empat Lawang, Musi Rawas, Muratara dan Lahat.

” Visi misi kedepannya, kami akan menyongsong program Universal Health Coverage artinya minimal 95 persen penduduk di Kabupaten/Kota ini sudah menjadi kepesertaan JKN/KIS,” mimpinya.

Harry menambahkan, tapi memang sampai dengan saat ini pihaknya masih memerlukan banyak bantuan juga dari pemerintahan daerah terkait kepesertaan JKN/KIS ini, terutama juga ditengah wabah pandemi Covid-19 ini menjadi tantangan bagaimana yang belum menjadi peserta JKN/KIS ini menjadi peserta dan yang sudah rutin membayar iurannya setiap bulan di tanggal 10.

“Jadi visi misi kedepan ini adalah pertama Universal Health Coverage, peserta mudah akses pelayananya tanpa diskriminasi baik di Rumah Sakit maupun Pukesmas dan aktif membayar iurannya rutin setiap bulannya,” tutupnya.

(Rah Jainal Silampari online)