Remaja Belasan Tahun Tewas Gantung Diri

GANTUNG : Remaja belasan tahun, Yoga warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi, tewas tergantung di pohon rambutan, Rabu (15/1). Foto : Istimewa.

SILAMPARI ONLINE, EMPAT LAWANG – Seorang remaja umur belasan tahun, ditemukan tewas tergantung dengan kondisi leher terikat kain di sebatang pohon rambutan di belakang gedung SD Negeri 7 Talang Jerambah, Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi, Rabu (15/1).

Remaja tersebut bernama Yoga (14), dia diduga gantung diri. Saat ini korban dibawa ke rumah keluarganya di Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi, untuk dimakamkan.

Bacaan Lainnya

Tidak diketahui dengan pasti penyebab korban gantung diri. Hanya saja, saat ini polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban, sementara pihak keluarga menolak mayat korban dilakukan visum et repertum.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, penemuan jenazah korban dengan kondisi tergantung tersebut, awalnya, ada informasi yang diterima Kepala Desa Tanjung Agung, Suratno dari warga yang menyebut jika ada mayat tergantung di belakang SD Negeri 7 Talang Jerambah, Desa Tanjung Agung.

Selanjutnya, bersama anggota Polsek Ulu Musi, kades menuju lokasi yang diinformasikan tersebut. Benar saja, ada mayat menggantung di pohon rambutan di belakang sekolah itu.

Selanjutnya evakuasi dilakukan. Korban diturunkan dan selajutnya dibawa ke rumah orang tuannya. Pihak kades dan dari pihak kepolisian sempat menanyakan kepada orang tua dan kerabat korban, apakah Jenazah perlu divisum, namun seluruh keluarga dan warga yang hadir menyatakan tidak perlu divisum. Keluarga dan warga sepakat langsung mengebumikan jenazah itu.

Kepala Desa Tanjung Agung Kecamatan Ulu Musi, Suratno membenarkan adanya warga yang meninggal akibat gantung diri. Korban kata dia, sudah dimakamkan oleh pihak keluarga.

“Ya benar, korban anak-anak belasan tahun, ditemukan tergantung di pohon rambutan belakang gedung sekolah,” jelas kades.

Menurut cerita pihak keluarga, korban pada Selasa (14/1) sekitar jam 17.00 WIB keluar dari rumah dan tidak pulang sebelum ditemukan Rabu (15/1) sekitar jam 10.00 WIB, dalam kondisi sudah meninggal.

“Saat meninggalkan rumah, korban memang membawa kemben (kain panjang). Sebelumnya, korban memang dimarahi ibunya karena ada selisih faham. Kemungkinan inilah pemicu korban nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” kata kades. (frz)