Rencanakan Pembentukan GP3A

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Sebagai wilayah yang menjadi salah satu lumbung pangan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), dengan luasan lahan padi sawah yang terdata pada tahun 2015 lalu mencapai 28.883 hektar (data BPS, red) tentunya Kabupaten Empat Lawang, memerlukan pengelolaan air yang dapat memaksimalkan luasan lahan persawahan.

Muat Lebih

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Kabupaten Empat Lawang, Dading Purwadi mengatakan, dalam waktu dekat Perkumpulan Petani Pengguna Air (P3A) yang sudah terbentuk di setiap kecamatan dalam wilayah Kabupaten Empat Lawang, akan segera membentuk Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) yang memiliki kesekretariatan di tingkat kabupaten.

“Dengan adanya pengelolaan air yang baik, tentu dapat meningkatkan pengelolaan lahan persawahan yang maksimal dan tujuan akhirnya, tidak ada yang lain selain meningkatkan hasil panen itu sendiri,” ungkap Dading saat dibincangi Harian Silampari, di Tebing Tinggi, Selasa (23/1).

Dikatakannya GP3A yang akan dibentuk ini, akan dinaungi oleh Bidang SDA DPUPR Empat Lawang, bersama stake holder yang ada. “Seperti Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan beberapa dinas lain yang memiliki kepentingan yang sama terhadap peranian di Kabupaten Empat Lawang,” urainya.

Di GP3A ini, sebut dia, petani dapat berdiskusi bersama, bagaimana cara pengelolaan air yang benar, agar dapat memaksimalkan lahan persawahan. “Tidak hanya itu, GP3A merupakan wadah bagi para petani, agar dapat menyalurkan aspirasi atau keinginan para petani itu sendiri terhadap program pertanian yang dicanangkan pemerintah,” jelasnya.

Masih kata Dading, melalui GP3A, petani juga dapat langsung melakukan kegiatan study banding ke daerah lain, yang pertaniannya lebih maju dari Kabupaten Empat Lawang itu sendiri. Sehingga dapat menerapkan tekhnologi pertanian dari daerah lain itu ke lahan pertanian di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

“Tidak usah jauh-jauh, para anggota GP3A ini, melakukan study banding ke daerah tetangga saja seperti Musirawas, OKU Timur atau OKI. Dari ilmu yang didapat dengan melihat langsung ke daerah pertanian yang lebih maju, tentu saja dapat menambah wawasan para petani itu sendiri,” pungkasnya. (HS-04)