oleh

Resmi, Empat Desa di Musi Rawas Tak Diperbolehkan Sholat Ied

Silampari Online 

MUSI RAWAS- Sedikitnya Empat Desa di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dipastikan tak di perbolehkan melaksanakan shalat Idul Fitri (Ied) 1442 Hijriah secara berjamaah di Masjid maupun di Lapangan, lantaran berada di zona oranye penyebaran Covid-19.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mura, Edi Iswanto melalui Sekretaris, M Nizar mengatakan, pada minggu ke-17 ini telah terjadi pergerasan zonasi penyebaran Covid-19 di Mura.

“Pada minggu ke-18 ini terjadi pergeseran zonasi Desa. Awalnya, pada minggu ke-17 ada lima Desa dalam zona oranye dan dua Desa zona merah. Sekarang, hanya empat Desa zona oranye dan Desa zona merah nihil,”kata M Nizar, kepada, Selasa (10/5/2021).

Dikatakannya, adapun empat Desa dalam zona oranye yakni Desa Rejosari dan Desa T1 Bangun Sari Kecamatan Purwodadi. Kemudian Desa Campur Sari Kecamatan Megang Sakti dan Desa Margoyoso Kecamatan Jayaloka.

“Artinya empat Desa tersebut dipastikan tidak diperbolehkan melaksanakan sholat idul fitri secara berjamaah baik di dalam masjid maupun di lapangan terbuka,”terangnya.

Kemudian untuk Desa dalam zona hijau sebanyak 183 Desa/Kelurahan, dan Desa dalam zona kuning 12 Desa. Sehingga, Desa dalam zona hijau dan kuning, diperbolehkan melaksanakan sholat idul fitri, namun dengan catatan harus ketat menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Begitu juga untuk kegiatan halal bi halal yang menjadi tradisi masyarakat saat hari raya Idul Fitri. Diperbolehkan, tapi tetap petahui prokes, dan setiap rumah menyiapkan tempat cuci tangan dan volume didalam rumah 50 persen dari kapasitas biasanya,”paparnya.

Selain itu, guna memastikan empat Desa tersebut tidak melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah di Masjid maupun di lapangan. Maka, pihaknya meminta kepada tim Satuan Tugas (Satgas) agar benar-benar melakukan surat edaran yang akan disampaikan setiap Desa.

“Nanti ada surat edaran Bupati yang akan disampaikan ke Pemdes masing-masing. Kita minta satgas untuk memberikan pehaman dan memantau dalam menerakan surat edaran tersebut. Karena, apapun alasannya tidak boleh melakukan sholat idul fitri di Masjid maupun di lapangan,”tegasnya.

Dia juga menegaskan kepada seluruh Camat dan Kepala Desa (Kades) agar kembali mengaktifkan posko Covid-19 Desa dan Kelurahan. Dimana di posko tersebut, setiap warga yang masuk diukur suhu tubuhnya, termasuk wajib menggunakan masker dan menyiapkan tempat cuci tangan lengkap dengan sabun.

Untuk diketahui, hingga hari ini (kemarin, red) jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 secara seluruhan mencapai 581 kasus, dengan rincian sembuh 515 kasus atau 88,6 persen, meninggal 28 kasus atau 4,8 persen dan isolasi 36 kasus dengan rincian delapan di Rumah Skait dan 28 isolasi mandiri. Sedangkan Kabupaten Mura berada di zona oranye.  (Kris)