oleh

Rike : GMNI Harus Netral

-Tak Berkategori-270 Dibaca

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU – Ketua Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Lubuklinggau Rike Dwi Putra menegaskan tidak mendukung dan memihak pada salah satu pasangan calon tertentu di pilkada walikota dan Wakil Walikota Lubuklinggau. Bahkan bila ada yang mengklaim atau mengatasnamakan namakan GMNI, maka hal tersebut tidak benar dan pihaknya siap mengklarifikasi. “Kalau ada,yang mengklaim,itu tidak benar, kita siap klarifikasi,”tegas Rike.

Dikatakan Rike, GMNI sebagai organisasi independent memiliki peran sangat sentral dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas. Oleh karenanya, pihaknya akan ikut berpartisipasi secara suka rela memantau jalannya pemilihan kepala daerah khususnya di Lubuklinggau dan sumatera selatan. “Kami, akan awasi jalanya kampanye sampai ditetapkan hasil perhitungan suara,”terangnya.

Rike juga mengajak masyarakat untuk meramaikan tahun politik 2018 dengan berintegritas dan cerdas dalam memberikan pilihan politik. Sehingga menghasilkan pemilu yang berkualitas. “Jangan sampai golput. Karena golput bukanlah pilihan politik yang tepat dalam sistem demokrasi kita,”terangnya.

Lebih lanjut, Rike menuturkan , Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan jadwal pemungutan suara atau pencoblosan, yaitu pada Rabu 27 Juni 2018. Tidak bisa dimungkiri, pilkada serentak merupakan hajat politik lokal terbesar.  Pilkada sebagai bagian dari pemilihan umum yang berkualitas bisa dinilai dari beberapa faktor, yaitu penyelenggara yang kompeten dan berintegritas. Faktor berikut adalah kontestan, baik calon pemimpin serta partai politik yang taat aturan. “Patut dicatat, pilkada serentak tentu tidak hanya membicarakan calon pemimpin di daerah masing-masing, semua peserta kampanye harus mematuhi peraturan yang ada, seperti menciptakan kampanye yang damai, bersih, dan demokratis. Jadi, jangan saling mencaci maki, menyalahkan apalagi memaksakan kehendak,”ajaknya.

Kemudian, paslon, tim kampanye, dan para pendukung mesti memotori semangat persatuan dan persaudaraan, berjanji kepada seluruh rakyat dan menyatakan sikap siap menciptakan pemilu berintegritas dan damai demi terwujudnya kemajuan Indonesia dan terjaganya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. “Pemimpin yang baik lahir bukan semata karena kapasitas, kapabilitas, dan integritas personal yang bersangkutan. Pemimpin yang baik bisa lahir dari pemilih yang cerdas dan proses pemilihan yang tidak hanya demokratis, tetapi juga jauh dari suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),”jelasnya.

Selanjutnya, pendidikan politik harus dilakukan dengan menunjuk personel tertentu. Mereka harus dapat menjadi pemandu dalam kerangka keikutsertaan dalam pemilu sehingga bertujuan masyarakat memahami tujuan pemilu sekaligus menjadi masyarakat sadar politik.  Berbeda pilihan adalah hakikat dari proses demokrasi. Namun, perbedaan diyakini akan membawa kebaikan jika lahir dari para pemilih yang cerdas, dan tidak mengingkari kemajemukan. “Perbedaan yang ada bukanlah hal untuk dipertentangkan. Perbedaan justru harus menjadi elemen yang mengokohkan satu sama lain,”pungkasnya.(HS-09)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel