Rp3,6 Miliar Dikucurkan Revitalisasi Empat Pasar Tradisional

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> Kepala Disperindag Kabupaten Mura, Hj Nurhasanah Yosoef

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Musi Rawas (Mura) memastikan untuk tahun ini sedikitnya ada empat pasar tradisional yang akan direvitalisasi. Sehingga, dengan adanya revitalisasi pasar ini diharapkan mampu meningkatkan geliat transaksi ditengah-tengah masyarakat.

Muat Lebih

Kepala Disperindag Kabupaten Mura, Hj Nurhasanah Yosoef mengatakan, untuk tahun ini sedikitnya ada empat tradisional atau pasar rakyat yang akan direvitalisasi dengan besaran dana yang disediakan Rp3,6 Miliar yakni dua pasar dari APBD dan dua lainnya dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Kalau dari dana DAK kita mendapatkan anggaran sebesar Rp2,9 miliar dan APBD Rp750 juta,”jelas Nurhasanah kepada Harian Silampari, Kamis (24/1) diruang kerjanya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa untuk keempat pasar yang akan direvitalisasi yakni pasar B Srikaton dan penambahan lapak baru bagi pedagang yang belum mendapatkan lapak sekaligus drainase sebesar Rp350 juta dan pasar SP 4 BTS Ulu sebesar Rp400 juta melalui APBD.

“Untuk dua pasar lainnya yakni pasar tradisional di Kecamatan Muara Lakitan melalui dana DAK sebesar Rp2,9 miliar,”terangnya.

Menurutnya, untuk pengerjaan sendiri masih menunggu DPA. Sehingga, bilamana DPA sudah rampung maka akan langsung dimasukkan ke ULP guna dilanjutkan dengan proses lelang.

“Kalau untuk pengajuan revitalisasi hampir setiap Kecamatan mengajukan. Namun, tidak semuanya bisa kita rehab karena dana yang terbatas,”bebernya.

Selain itu, untuk pasar yang menjadi sasaran dilakukan revitalisasi tidak serta merta begitu saja. Melainkan, melihat antusias pedagang dan konsumen serta kebutuhan dari masyarakat itu sendiri.

“Kalau revitalisasi kita prioritaskan pasar yang memang geliat transaksi pedagang dengan konsumennya ramai disamping memang kondisi pasar juga memprihatinkan,”ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mura, Aliudin menjelaskan, dewan berharap agar revitalisasi yang dilakukan memang benar-benar melihat potensi pasar yang ada. Jangan sampai sudah dilakukan perbaikan tetapi tetap tidak ramai.

“Jangan sampai dana yang ada terbuang karena lokasi yang tidak tepat. Sehingga, setelah diperbaikan pasar itu terbengkalai dan tidak dipergunakan,”pungkasnya. (HS-03)