Ruko Pasar Diduga Dialihfungsikan

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> <strong>WALET : </strong> Tampak ruko pasar di Desa Prabumulih I Kecamatan Muara Lakitan milik Pemkab Mura yang disalahgunakan menjadi tempat penangkar sarang burung walet ilegal, Rabu (23/1).

Silampari Online,

MUSI RAWAS– Sebagian  besar rumah toko (Ruko) pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Rawas (Mura) yang berada di Desa Prabumulih Kecamatan Muara Lakitan diduga disalahgunakan. Sebab, aset yang seharusnya untuk tempat berdagang tersebut berubah fungsi menjadi penangkaran sarang burung walet ilegal.

Muat Lebih

“Lihat saja sendiri hampir semuanya pintu ruko itu sudah dirubah fungsinya dijadiakan tempat ternak burung walet, sedangkan yang berdagang cuma sedikit,”kata Tri (40) salah satu warga Kecamatan Muara Lakitan kepada Harian Silampari, Rabu (23/1).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa, sepengetahuan ia untuk ruko yang menjadi aset Pemkab Mura tersebut sudah lama dijadikan tempat penangkaran burung walet. Bahkan, disinyalir bisnis tersebut tanpa izin.

“Sudah lama itu aktifitasnya dijadikan tempat walet, mungkin sudah tiga tahun lebih bahkan mungkin sudah menghasilkan,”terangnya.

Menurutnya, beberapa tahun lalu ruko yang dibangun Pemkab Mura  tersebut memang sedikit diminati oleh para pedagang dan ia pun tidak tau sebabnya.

“Dari dahulu memang sedikit yang berdagang disana, kami tidak tau apa harganya mahal atau memang masih sepinya pembeli. Sehingga pedagang disana sedikit, yang pasti kalau menurut saya kurangnya perhatian dari Dinas terkait,”paparnya.

Hanya saja, ia mempertanyakan ruko yang dibangun oleh Pemkab Mura tersebut tidak menyalahi aturan jika dialihfungsikan menjadi penangkar sarang burung walet.

“Kami masyarakat banyak yang bertanya apa tidak melanggar aturan jika dijadikan tempat sarang burung walet. Sebab, jika tidak saja pribadi juga mau menyewa ruko itu untuk burung walet,”bebernya.

Sementara itu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mura, Hj Nurhasanah Yosoef menjelaskan, bahwa ruko milik Pemkab Mura dibawah naungan pihaknya yang dialih fungsikan dengan penangkaran burung walet belum tahu dan belum melihat.

“Saya belum lihat dan belum tahu, namun setelah adanya laporan ini kami akan segera turun untuk menyidaknya,”tutur Nurhasanah.

Kemudian, sebelum sidak dan melakukan penertiban pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu terkait dengan izin penangkar sarang burung walet tersebut.

“Kami pelajari dulu dan akan berkordinasi dengan dinas Perizinan terkait penangkaran burung walet yang ada diruko tersebut. Kemudian baru kita tertibkan,”pungkasnya. (HS-03)