Sambangi Tiga Desa, Wujudkan Mura Bebas BABS

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : KRISMANTO/HARIAN SILAMPARI</div></small> Bupati Mura, H Hendra Gunawan menyerahkan stiker RTAR untuk rumah warga melalui Kades Jajaran Baru I Kecamatan Megang Sakti.

Silampari Online,

Awal tahun 2019, gebrakan langsung ditunjukkan Bupati Kabupaten Mura, H Hendra Gunawan dengan menyambangi tiga Desa di Kecamatan Megang Sakti dalam moment Gerakan Musi Rawas Sempurna Sehat (GMSS). Dimana, disamping melakukan kegiatan dan program pelayanan kesehatan lain maka aksi ini dilakukan untuk melihat secara langsung penuntasan buang air besar sembarangan (BABS).

Muat Lebih

GMSS yang langsung dikomandoi oleg Bupati Mura H Hendra Gunawan, dan dihadiri Ketua TP PKK Mura dr Hj Noviar Marlina Gunawan, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Mura Hj Mifta Hulummi, Asisten III Edi Iswanto, Camat Megang Sakti H Herry Achmadi, Sekretaris Dinkes M Nizar, dan jajaran kepala OPD, jajaran Dinkes dan juga Pemerintah Desa.

Pelaksanaan GMSS yang diawali di Dusun 5 Desa Megang Sakti V dengan kegiatan pelayanan gotong royong pembangunan jamban keluarga dan dilanjutkan di Desa Jajaran Baru I peninjauan apel siaga Gerakan Rumah Tanpa Asap Rokok (RTAR), pencanangan cakro dan pemasangan Stiker RTAR dan berakhir di Desa Muara Megang Dusun I Suban Jaya, dengan peninjauan pelaksanan pelayanan terpadu.

Program Forum Kabupaten Sehat, Menuju Kabupaten Bebas BABS 2019 dan mewujudkan Kabupaten Mura yang sehat dan mandiri dengan GMSS, serta menciptakan Desa ODF (Open Defecation Free) BABS. Selain itu juga menuju pelayanan kesehatan berkualitas, dan keluarga berprilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinkes Mura Hj Mifta Hulummi melalui Sekretaris M Nizar mengatakan, untuk 2019 ini kegiatan GMSS terus dilakukan setiap bulannya dengan melaksanakannya di beberapa Desa sekaligus. Namun disamping pelaksanaan GMSS juga tetap dijalankan setiap bulannya di seluruh Puskesmas yang ada di Mura.

“Sesuai dengan arahan Bupati Mura, untuk 2019 ini lebih memprioritas ke penuntasan jamban sehat sebelum November 2019 mendatang. Maka dalam waktu dekat ini dengan melibatkan seluruh Kecamatan akan dilaksanakan koordinasi untuk menyamakan data rumah yang belum memiliki jamban sehat,”jelas Milpta, Jum’at (18/1).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, bahwa Dinkes bersama dengan OPD terkait akan mencari solusi alternatif yang efektif untuk menuntaskan jamban sehat di Mura. Dimana, data sementara realisasi jamban sehat baru mencapai 83,6 persen dengan persentasi hanya 16 persen. Namun secara jumlahnya masih bahyak yakni sekitar 2.500 rumah.

“Masih tingginya angka BABS lebih didominasi di kecamatan yang memiliki Kelurahan. Sebab untuk dikelurahan tidak memiliki anggaran untuk membuat jamban sehat. Sedangkan untuk Desa, penuntasannya menggunakan anggaran Dana Desa (DD). Sehinggan kelurahan ini kita akan kembali melakukan negosiasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dengan melaksanakan MoU untuk mengusulkan bantuan anggaran pembuatan jamban sehat untuk di kelurahan,”terangnya.

Sementara itu, Bupati Mura H Hendra Gunawan menjelaskan, GMSS digelorakan untuk mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas serta memiliki jiwa kepemimpinan yang akan menjadi harapan bangsa di masa yang akan datang. Bahkan apa yang dikerjakan selama ini sudah membuahkan hasil. Dimana melihat semangat yang dimiliki anak-anak di pedesaan, maka nantinya akan menjadi pemimpin yang hebat dimasa yang akan datang.

“Walaupun dengan ketebatasan meski berada di pedesaan. Namun, tidak membuat minder melainkan dijadikan motivasi untuk terus belajar dan maju. Inilah bukti dari apa yang kita jaga, mulai dari kandungan maka masyarakat Mura akan menjadi orang-orang akan sehat,”tutur Hendra.

Menurutnya, bahwa masih menjadi pekerjaan bersama, yakni penuntasanan BABS. Dimana saat ini masih banyak masyarakat yang BABS dan belum memiliki jamban sehat.

“Saya minta agar kepada seluruh jajaran Dinkes serta OPD terkait untuk bersama-sama mencari solusinya untuk menuntaskan 100 persen jamban sehat,”terangnya.

Selain penuntasan jamban sehat. Maka dirinya mengakui ia minta agar anak yang kurang gizi di data kembali. Sebab, Mura tahun ini mendapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumsel anggaran untuk pelayanan kesehatnan. Sehingga, dengan anggaran alat kesehatan yang tidak wajar harus diganti seperti timbangan bayi jangan lagi menggunakan dacing.

“Saya berterima Kasih kepada seluruh masyarakat Mura, khusus beberapa Desa yang sudah kita lihat perkembangannya semakin maju, mulai dari Puskesmas, Pustu dan Polindesnya. Kedepan semuanya akan terus diperbaiki, kemudian tinggal bagaimana upaya untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,”pungkasnya. (HS-03)