Satgas Pangan Bakal Sidak dan Operasi Pasar

Silampari Online,

REJANG LEBONG – Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Rejang Lebong (RL) dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Bulog serta Dinas Ketahanan Pangan, guna menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan operasi pasar terkait melonjaknya harga beras.

Muat Lebih

“Dalam waktu dekat kita akan gelar rapat bersama, terkait harga beras naik dipasaran. Karena, menurut data yang kami terima, bahwa stok beras di divre RL mencukupi kebutuhan masyarakat selama tiga bulan mendatang,” ungkap Rifai.

Dijelaskan Rifai, harga beras saat ini tidak wajar karena stok beras di RL masih aman. Dia menduga pelaku pasar sengaja menimbun stok beras untuk mempermainkan harga di pasaran dan meraup untung, untuk mengendalikan harga beras. Lanjut dia, Dinas Pertanian Kabupaten Rejang Lebong membentuk tim bersama Bulog Divisi Regional, untuk memantau langsung harga beras di pasaran dan mengambil tindakan.

“Kami akan turun ke lapangan memantau harga beras dan juga mengadakan operasi pasar agar lonjakan harga beras bisa ditekan,” terangnya.

Sementara, Kepala Seksi Administrasi dan Keuangan Bulog Divre Rejang Lebong, Nur Mulyanti Syahroni mengatakan, pasokan beras masih dalam posisi aman hingga tiga bulan kedepan dihitung dari kebutuhan konsumsi warga di wilayah kabupaten Rejang Lebong dan sekitarnya.

“Saat ini stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 2.308 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga kabupaten, yaitu Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang,” kata Nur.

Jumlah pasokan 2.308 ton beras itu, terdiri dari stok yang ada di gudang Bulog sebanyak 408 ton dan stok dalam perjalanan menuju Bulog sebanyak 1.899 ton. Beras tersebut merupakan stok beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang akan digunakan untuk program Operasi Pasar Beras Cadangan Pemerintah (OPBCP).

“Beras ini jenisnya beras medium. Nantinya akan didistribusikan melalui distributor maupun pedagang beras di tiga Kabupaten. Harga jualnya tentu sesuai dengan HET, di tingkat distributor Rp8.100 per kilogram,” kata Nur Mulyanti.

Sementara itu, di pasar tradisonal Pasar Atas Curup, Pasar DE kenaikan harga beras terjadi sejak dua pekan lalu, baik untuk beras lokal maupun beras kemasan.

“Harga beras di saat ini mencapai Rp175 ribu per kaleng, atau naik Rp25 ribu dari harga sebelumnya Rp150 ribu. Satu kaleng beras setara 15 kilogram. Sedangkan, untuk harga beras kemasan mencapai Rp127 ribu per kampil (kemasan 10 kilogram), atau naik Rp 22 ribu dari harga sebelumnya Rp105 ribu per kampil,” tukas Rifai.(HS-05)