Satlantas Lubuklinggau Touring Baksos dan Berkesempatan Mengunjungi Korban Lakalantas

Silampari Online,

Lubuklinggau – Penangananan kasus kecelakaan lalu lintas secara aturan selesai setelah keputusan terkait penyelesaian kasus perkaranya sudah diterbitkan. Namun pasca terjadinya kecelakaan lalu lintas tersebut, masih terdapat korban jiwa yang mengalami permasalahan baru.
Seperti yang dialami seorang Pemuda Lubuklinggau, Fajar (25) warga kelurahan mesat jaya kecamatan Lubuklinggau Timur II yang harus kehilangan kaki sebelah kanannya.
Berdasarkan Pantauan Kanit Laka Polres Lubuklinggau Ipda Jemmy Gumayel, kejadian kecelakaan lalu lintaz yang dialami fajar terjadi di Jalan garuda Kel. Lubuk Aman Kota Lubuklinggau pada tanggal 9 Maret 2017. Saat itu fajar merupakan penumpang sepeda motor yang bertabrakan dengan mobil sedan.
Fajar mengemukakan kalo dirinya pada saat itu tidak menggunakan Helm SNI mungkin tidak bisa bertemu kembali dengan kita.
Untuk itu dalam rangka program milenial road safety festival 2019 Polres Lubuklinggau bersama dengan Komunitas Sepeda Motor Trail STA Lubuklinggau pada (2/2/2019) melaksanakan touring baksos dan berkesempatan mengunjungi Fajar, salah satu korban pasca kecelakaan lalu lintas di Kota Lubuklinggau.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasat Lantas AKP Feby Febriyana menjelaskan bahwa “Kami berkunjung dan memberikan sedikit bantuan kepada Fajar, sebagai bentuk kepedulian dengan korban pasca kecelakaan Lalu lintas. Ini menjadi pelajaran kita bersama, yang pertama Helm SNI sangat penting dalam keselamatan berlalu lintas, yang kedua bahwa penderitaan akibat kecelakaan lalu lintas, tidak hanya pada saat terjadinya kecelakaan, namun kehidupan akan semakin berat pasca kecelakaan, bayangkan fajar seorang Pemuda lajang yang harus bertarung menghadapi penderitaan hidup pasca kecelakaan dengan kehilangan salah satu Anggota Tubuhnya” ujar Kasat.

Dilanjutkan kasat “Untuk itu ini menjadi catatan kita bersama bahwa keselamatan berlalu lintas sangatlah penting, ayo kita saling mengingatkan sesama, membudayakan untuk tertib berlalu lintas, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga” tutup AKP Feby. (HS-08/rilis)