Screening dan Psikotes Anak di SD Negeri 68 Kelurahan Rahmah

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : HUMAS</div></small> Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Hj Yetti Oktarina Prana, Ketua GOW Hj Sri Haryati Sulaiman foto bersama saat kunjungan ke SDN 76 Kota Lubuklinggau, Kamis (10/1).

Silampari Online,

TIM PENGGERAK (TP) PKK Kota Lubuklinggau, Rabu (16/1) kembali melanjutkan program screening dan psikotes anak di SD Negeri 68 Kelurahan Rahmah Kecamatan Lubuklinggau Selatan I. dimana sebelumnya, sudah dilakukan pada tiga Sekolah yakni, SD N 76, 77, 83.

Muat Lebih

Dalam kegiatan ini, meski tidak dihadiri langsung oleh Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Hj Yetti Oktarina Prana, namun kegiatan tetap berjalan dengan baik dan sukses.

Dimana sebelumnya, Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Yetti Oktarina Prana mengatakan, pemberian makanan tambahan akan dilakukan seminggu sekali. Anak-anak akan diberi makanan yang mengandung protein hewani dan nabati, serta karbohidrat pengganti nasi.

“Karena nasi ternyata mengandung begitu banyak zat gula. Nantinya di sekolah akan dibuat kebun yang ditanami tanaman pengganti nasi, disini dibutuhkan kerja sama dari pihak sekolah, untuk mengurus kebun tersebut,” ungkapnya.

Keberhasilan program ini akan dilihat dari hasil screening kecerdasan dan pertumbuhan siswa. Jika terjadi peningkatan, artinya program ini berhasil dan dapat dilakukan ke sejumlah SD lainnya di Kota Lubuklinggau.

Pada kegiatan di SD 68 Kelurahan Rahmah Kecamatan Lubuklinggau Selatan I ini, siswa diminta untuk membawa bekal makanan dari rumah. Bekal ini harus mengandung gizi lengkap, dilengkapi sayuran dan buah-buahan. Menurut drg Fitri Hidayati, Pimpinan BLUD Puskesmas Sumber Waras, bekal makanan yang dibawa dari rumah diyakini aman untuk dikonsumsi anak dengan gizi yang seimbang.

“Selain itu kebersihannya juga terjamin. Anak-anak akan diarahkan untuk membawa bekal setiap hari,” ujarnya.

Selain itu, siswa juga diajak untuk menjaga lingkungan dengan menanam sendiri di halaman sekolah. Siswa akan bertanggung jawab menjaga tanaman masing-masing.

“Kita juga mengarahkan siswa untuk menanam tanaman yang bernilai ekonomi, misalnya cangkokan alpukat. Jika sudah berbuah, maka bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan tambahan,” katanya.

Sementara itu, Kadisdikbud, H Tamri melalui Kabid Dikdas, Virry Grinita mengatakan, kunjungan ke empat SD percontohan program PKK ini akan dilakukan rutin tiap bulan. Pihaknya akan mengecek perkembangan anak setelah mendapatkan perhatian khusus serta makanan tambahan bergizi.

Selain itu, psikolog Irwan Antoni juga mulai turun langsung ke semua SD percontohan ini untuk memeriksa kepribadian siswa. “Hari Kamis (besok) psikolog akan mengetes psikologi siswa di SDN 77 Ulu Malus, nanti bergilir ke empat SD percontohan ini,” pungkasnya.(HS-01)