SD Negeri Nawangsasi Terapkan Pembelajaran Secara Daring dan Luring

SILAMPARI ONLINE,

MUSI RAWAS-Denga adanya Penerapan New Normal didunia Pendidikan oleh pemerintah pada awal tahun ajaran baru 2020/2021, SD Negeri Nawangsasi Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas terapkan sistem belajar mengajar secara daring guna pencegahan penularan covid-19, dan sistem belajar secara Luring khusus untuk kelas 4,3,2, dan 1 guna untuk memudahkan anak-anak dalam belajar bagi yang tidak mempunyai HP dan alat pendukung lainnya untuk belajar secara daring.

Bacaan Lainnya

Salah satu Sekolah Dasar yakni SD Negeri Nawangsasi sudah membuka sekolah saat penerapan new normal dengan pembelajaran secara luring kepada siswa kelas 1, 2, 3, 4 dan secara daring untuk siswa tingkat atas, dan dalam menghadapi NEW NORMAL ini siswa diajar melalu sistem daring yang menggunakan aplikasi WA, guna pencegahan dan pengendalian covid-19.

Kepala sekolah SD Negeri Nawangsasi, Warto ketika diwawancarai Harian Silampari mengatakan setelah lama diliburkan lebih kurang tiga bulan dan akhirnya dengan adanya rancana penerapan new normal pihaknya telah membuka kembali sekolah dengan sistem belajar mengajar secara daring untuk kelas tingakat atas dan luring untuk siswa baru, maupum siswa kelas 2,3, dan 4, dengan jam belajar kurang l3bih 4 jam, siswa di perbolehkan datang kesekolahan satu minggu sekali untuk mengumpulkan tugas dan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selasa(18/7/2020).

Lanjut Warto, mengenai belajar mengajar untuk Siswa yang datang satu minggu sekali itu pihaknya sudah menyiapkan masker, sentinizer, tempat pencuci tangan, dan kemudian siswa beserta guru wajib mengenakan masker, sedangkan untuk Siswa yang belajar secara daring pihaknya mengizinkan siswa untuk datang satu minggu sekali untuk mengumpulkan tugas. sehingga pencegahan Covid-19 ini bisa dilaksanakan selama proses belajar mengajar siswa pada saat datang kesekolahan satu minggu sekali itu”ujarnya”.

Warto menjelaskan, pihaknya khawatir jika belajar mengajar ini terus dilakukan secara daring untuk Siswa baru karena besar kemungkinan siswa sulit untuk menangkap dan menerima pelajaran yang di sampaikan melalui daring, misalnya mengajarkan akhlak yang baik dan pelajaran islam lainnya, apalagi bagi siswa yang tidak memiliki Hp atau alat pendukung lainnya untuk proses belajar secara daring itu sangat mengkhawatirkan.

Lanjutnya, apalagi di SD Negeri Nawangsasi ini hampir rata-rata siswanya tidak meliki Hp dan kendala pertama itu dengan jaringan atau sinyal untuk belajar secara daring.

Warto berharap, semoga kedepannya tenaga pengajar bisa bertambah, dan semoga pandemi Covid-19 ini secepatnya berakhir dan menjadi Zona Hijau sehingga kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara langsung dan bertatap muka dengan pelajar, karena jika terus menerus secara daring besar kemungkinan siswa banyak yang kurang memahami mata pelajaran yang disampaikan oleh guru-guru, dan sulit untuk menerimanya. (Vivin-SO)