SD Negeri Sukorejo Terapkan Sistem Belajar Secara Luring

 

SILAMPARI ONLINE, MUSI RAWAS-Dengan adanya penerapan New Normal di dunia Pendidikan oleh Pemerintah pada awal tahun ajaran baru 2020/2021, SD Negeri Sukorejo Jln Bukit Botak Desa Sukorejo Kecamatan STL Ulu Terawas telah menerapkan sistem belajar mengajar secara Luring, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri Sukorejo sudah membuka sekolah saat penerapan New Normal dengan belajar mengajar secara Luring untuk Peserta Didik Baru atau Kelas 1 dan 2 SD dan untuk anak-anak kelas 3, 4 5, 6 itu di berlakukan belajar mengajar secara PJJ atau Daring, Senin (27/7/20).

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Sukorejo, Supardi mengatakan ketika diwawancarai Silampari Online, pihaknya memang berinisiatif untuk menerapkan belajar mengajar secara luring atau dor to dor bagi Siswa kelas 1 dan 2 agar dalam mengajarkan siswa menulis, membaca dan berhitung itu bisa di terima, dicerna dengan baik oleh siswa kelas 1 dan 2.

“Untuk kelas 3,4,5,6 itu tetap diberlakukan sistem belajar mengajar secara daring, namun di perbolehkan datang 1 minggu sekali untuk mengumpulkan tugas,” katanya.

Lanjut Supardi, dalam menerapkan sistem luring untuk kelas 1 dan 2 SD pihaknya sudah menyiapkan tempat cuci tangan, masker untuk dibagikan kepada siswa dan alat protokol kesehatan lainnya, selain itu pihak sekolah sudah menyiapkan alat-alat untuk belajar secara Luring atau dor to dor misalkan papan tulis dan atk lainnya yang akan di bawa kerumah siswa dalam melakukan belajar mengajar secara Luring.

Supardi meneruskan, sistem Luring ini di jalankan seperti sistem belajar Genap Ganjil, dimana siswa bisa datang kesekolahan satu minggu sekali dengan masuk kelas selama 25 menit per hari untuk mengambil tugas yang diberi oleh guru kelas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lanjut Supardi, pihak sekolah bukan tidak mau menerapkan sistem belajar mengajar sepenuhnya menggunakan sistem daring, namun pihak sekolah khawatir dengan siswa yang tidak memiliki Hp atau alat pendukung lainnya untuk belajar secara daring, selain itu juga terkendala pada sinyal atau jaringan yang kurang mendukung.

“Kami berharap semoga sekolahan bisa dibuka kembali seperti biasanya dengan belajar mengajar secara tatap muka dan langsung, agar pihak sekolah bisa mendidik anak-anak tanpa ada kekhawatiran dan kendala apapun, dan bisa mengedepankan motto kekeluargaan dan menciptakan anak-anak yang cerdas untuk generasi penerus bangsa,” harapnya. (Vivin/Silampari Online)