SDN 1 Air Ketuan III Terapkan 4 Sistem Belajar Mengajar di New Normal

SILAMPARI ONLINE,

Musi Rawas-Dengan adanya penerapan New Normal di dunia Pendidikan oleh Pemerintah pada awal tahun ajaran baru 2020/2021, SD Negeri 1 Air Ketuan III Desa Ketuan Jaya Kecamatan Muara Beliti Kabupaten Musi Rawas telah menerapkan sistem belajar mengajar secara 4 sistem, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan guna pencegahan penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

Salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Air Ketuan III sudah membuka sekolah saat penerapan New Normal dengan belajar mengajar secara 4 sistem yaitu, sistem Daring untuk kelas 5, 6, sistem luring untuk kelas 3,4, sistem dor to to dor untuk Siswa kelas 1, 2, dan sistem belajar kelompok yang terdiri dari 5 siswa dalam satu kelompok.

Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Air Ketuan III, Jamilah, S.Pd mengatakan ketika diwawancarai Silampari Online, Pihaknya memang berinisiatif untuk menerapkan belajar mengajar secara luring, daring, dor to dor dan kelompok. “Kita bolehkan datang 2 kali dalam satu minggu untuk mengambil dan mengumpulkan tugas,” ujarnya, Senin (10/8/2020).

Lanjut Jamilah, dalam menerapkan sistem luring dan dor to dor untuk kelas 1,2,3 dan 4 SD pihaknya sudah menyiapkan tempat cuci tangan, masker untuk dibagikan kepada siswa dan alat protokol kesehatan lainnya, selain itu pihak sekolah sudah menyiapkan alat-alat untuk belajar secara luring, dor to dor, dan kelompok, belajar kelompokpun itu juga sudah di batasi jumlah siswa yang terdiri dari 5 siswa dalam satu kelompok, guna pencegahan penularan covid-19.

Jamilah mengatakan, sistem Luring, dor to dor, dan belajar kelompok ini di jalankan seperti sistem belajar Genap Ganjil, dimana siswa bisa datang kesekolahan 2 kali dalam 1 mingggu dengan masuk kelas selama kurang lebih 3 jam per hari untuk mengambil tugas yang diberi oleh guru kelas, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Lanjut Jamilah, pihak sekolah bukan tidak mau menerapkan sistem belajar mengajar sepenuhnya menggunakan sistem daring, namun pihak sekolah khawatir dengan siswa yang tidak memiliki Hp atau alat pendukung lainnya untuk belajar secara daring, selain itu juga terkendala pada sinyal atau jaringan yang kurang mendukung, dan juga di tambah apresiasi guru sangat tinggi akan mengajar anak-anak jadi pihaknya berusaha untuk tetap mengajarkan siswa belajar secara 4 sistem, meskipun Banyak kendala yang akan di hadapi, namun tidak melawan ketetapan dari pemerintah.

Jamilah berharap,semoga bisa normal kembali dan semoga Sekolahan bisa dibuka kembali seperti biasanya dengan belajar mengajar secara tatap muka dan langsung, karena bukan siswa saja yang sedih dengan keadaan seperti ini namun pihak sekolah dan masyarakat juga ikut merasakan. (Vivin/Silampari Online)