Sebagian Sisi Pagar “Abunawas” Dirobohkan 

Silampari Online,

EMPAT LAWANG – Pekerjaan tembok keliling milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang, yang mengelilingi kawasan perkantoran Pemkab Empat Lawang, Jalan Poros Km 1 Tebing Tinggi, kondisinya kini ada sebagian yang dirobohkan. Dari informasi yang didapat, dirobohkannya salah satu bagian tembok tersebut dilakukan oleh pihak rekananan untuk diperbaiki, Minggu (28/1).

Informasi dihimpun, bangunan yang dikerjakan oleh pihak pelaksana, salah satu rekanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Enpat Lawang, yakni CV Rianom Sakti, dengan nilai kontrak sebesar Rp 795.280.000,00, bersumber dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Empat Lawang tahun 2017.

Beberapa sumber Harian Silampari menyebutkan, dari awal pembanguanannya, tembok tersebut diduga sudah tidak beres pengerjaannya, hingga ada yang menjuluki pagar tersebut dengan sebutan “Pagar Abunawas”. Dari mulai perencanaan hingga tekhnis pengerjaan, dinilai amburadul dan terkesan proyek yang dipaksakan.

Bahkan, ring balok bagian atas pagar yang umumnya menggunakan jalinan besi behel dengan cor beton, pada bangunan pagar itu diduga hanya merupakan susunan bata yang dibuat sedemikian rupa hingga membentuk semacam ring balok cor beton benaran.

“Siapa pun yang melihat pekerjaan tembok kelilng ini pasti mengelengkan kepala. Sebab pekerjaannya diduga asal-asalan, terlihat ada salah satu tembok yang sudah roboh dan tembok lainnya sudah retak,” kata Tias, salah seorang warga Tebing Tinggi yang mengaku sudah melihat langsung kondisi tembok keliling tersebut.

Menurut Tias, setiap rekanan yang melakukan pekerjaan, harus sesuai dengan RAB dan bekerja sebaik mungkin. Tentunya kalau dikerjakan dengan baik, hasilnya akan baik pula, tidak seperti pekerjaan tembok keliling di samping kantor Diskominfo yang dia lihat. “Kalau bekerja hanya ingin mengejar untung yang besar pasti hasilnya buruk,” cetusnya.

Sebelumnya, Kepala DPUPR Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid melalui Pejabat Pelaksana Tekhnis Kegiatan (PPTK) bangunan tersebut, Wisnu Wardana kepada wartawan mengatakan, pihaknya sudah mengetahui kondisi pagar tersebut dan pihaknya sudah melakukan pemantauan kondisi bangunan.

“Iya sudah tahu dan sudah kami pantau. Ada sekitar 9 sampai 12 meter kondisinya semacam itu,” ujar Wisnu.

Diapun menjelaskan, struktur tanah di lokasi bangunan yang memang berrawa, membuat bangunan menjadi tidak kuat karena tanah di bawah bangunan menjadi turun hingga menyebabkan pondasi pagar menjadi patah. Karena itu, DPUPR Kabupaten Empat Lawang sudah memerintahkan pihak rekanan agar segera memperbaiki bangunan tersebut, karena memang masih dalam masa pemeliharan pihak rekanan.

“Rencananya, perbaikan akan dilakukan sepanjang kerusakan dengan membongkar dan membangunnya kembali oleh pihak kontraktor pelaksana pekerjaan,” jelasnya.

Kondisi bangunan tersebut pun, menjadi sorototan anggota dewan Empat Lawang Joni Riko. Menurut Riko jika pekerjaan tembok keliling itu memang buruk dan sudah banyak retak, dimana tugas pengawas proyek tersebut, sebut dia, harusnya pengawas atau tim teknis mengingatkan rekanan mengenai pekerjaan tembok keliling tersebut.

“Siapa pun berhak mengawasi pekerjaan pemerintah, bahkan masyarakat pun mempunyai hak bertanya mengenai pembangunan yang ada di Empat Lawang, termasuk pekerjaan tembok keliling disamping Diskominfo tersebut. Jika pekerjaannya kurang baik dimana tugas pengawas,” tanyanya.

Sebaiknya, saran Riko, rekanan yang pekerjaannya kurang baik jangan lagi diberikan pekerjaan. Bahkan sebaiknya rekanan tersebut di blacklist saja, sebab merugikan masyarakat di ‘Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati’.

“Kenapa saya bilang merugikan masyarakat. Sebab uang yang digunakan itu adalah uang masyarakat juga,” tukasnya. (HS-04)