Sebar Petugas Puskeswan Suntik Vaksin Anti Rabies

60
VAKSIN : Suntik vaksin oleh petugas Distanak Mura terhadap hewan ternak warga guna mencegah penyakit rabies, Minggu (29/7/2018). Foto : Kris/HS.

Silampari Online,

MUSI RAWAS- Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Musi Rawas (Mura) menyebar petugas melakukan vaksinasi anti rabies. Penyebaran vaksin suntik dilakukan secara rutin guna mencegah terjadinya penyakit rabies yang disebarkan hewan peliharaan dan ternak.

“Untuk kegiatan ini memang sudah rutin dilakukan melalui petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan IB yang ada disejumlah Kecamatan,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanak Kabupaten Mura, Tohirin kepada Harian Silampari, Minggu (29/7).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, untuk saat ini sedang dilakukan vaksin anti rabies yang disuntik untuk hewan peliharaan seperti, kucing, anjing dan monyet. Kegiatan ini sudah rutin dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit rabies pada masyarakat yang ditularkan hewan meski belum ada kasusnya.

“Artinya masyarakat menyiapkan hewan peliharaannya dan ketika petugas datang maka diberikan suntik vaksin anti rabies secara gratis,” terangnya.

Menurutnya, untuk di Mura setidaknya ada lima Puskeswan dan IB. Diantaranya, Kecamatan Tugumulyo, Purwodadi, Megang Sakti, Simpang Semambang dan Muara Lakitan.

“Memang untuk saat ini hanya baru lima Kecamatan ada Puskeswan dan IB. Padahal, idealnya satu Kecamatan ada kendati juga melihat populasi hewan ternaknya,” tuturnya.

Selain itu, fungsi Puskeswan sendiri untuk melayani, memonitoring dan melakukan tindakan-tindakan pencegahan ternak yang sakit. Hanya saja, kalau untuk pengawasan petugas kita tetap monitoring, pembinaan supervisi dan koordinasi.

“Kalau untuk rencana penambahan Puskeswan belum ada. Sebab, fakta yang ada satu Puskeswan bisa memback up kecamatan lainnya, seperti di Simpang Semambang yaitu Sukakarya, Muara kelingi dan BTS Ulu Cecar. Namun, khusus untuk Kecamatan BTS Ulu populsai ternak tinggi. Sehingga wajar jika dirikan Puskeswan di kecamatan tersebut,” paparnya.

Hanya saja, untuk pendirian Puskeswan tidak serta merta begitu saja dilakukan. Melainkan, prosesnya melakukan pengajuan ke Bupati tujuannya membantu UPT dan proses dilanjutkan ke Bagian hukum. Sedangkan, tahap terakhir diajukan ke Gubernur dan bila sudah ada persetujuan baru dikeluarkan Perbup namun untuk dana dan SDM tetap dikembalikan ke daerah.

“Ada proses yang harus dilalui pembentukan Puskewan baru. Namun, jika untuk populasi ternak tinggi dimungkinkan segera dilakukan pembentukannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mura Dapil IV, Ramanda menjelaskan, meminta agar Pemda melalui Distanak dapat mengusulkan untuk pembangunan Puskeswan di Kecamatan BTS Ulu. Sebab, untuk populasi ternak di Kecamatan tersebut sudah tinggi dan tentunya harus tersebut Puskeswan dan IB.

“Adanya Puskeswan dan IB tentu sangat membantu para peternak. Sehingga, ketika ada permasalahan pada hewan ternak masyarakat maka cepat ditangani,” pungkasnya. (HS-03)