oleh

Sebelum Digilir ABG Dicekoki Narkoba

-Tak Berkategori-277 Dibaca

Silampari Online, 
MUSI RAWAS- Nasib malang menimpa anak dibawah umur sebut Melati, (14). Warga Desa Sukowarno, Kecamatan Suka Karya, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Anak Baru Gede (ABG) itu menjadi korban pemerkosaan secara bergilir oleh pemuda kenalannya.
Akibatnya, gadis cantik putus sekolah itu mengalami sakit dibagian alat kelamin dan trauma mendalam serta  selalu ketakutan setiap ditanya perkara menimpa dirinya. Pelaku pemerkosaan itu telah ditangkap aparat di Mapolres Mura.
keduanya yakni DP, (17) warga satu desa dengan AY dan AH (23), warga Rt 01 Desa Darma Sakti Kecamatan Tuah Negeri, Kabupaten Mura.
Keduanya diringkus di sebuah kosan Kelurahan Lubuk Kupang,  Kecamatan Lubuklinggau Selatan 1 Kota Lubuklinggau, saat tengah menyekap AY, Selasa (3/4) Pukul 11.00 WIB.
Berdasarkan Informasi dihimpun kedua pemuda putus sekolah itu memperkosa Melati sejak tanggal (30/3) sampai dengan (1/4) ditempat yang terpisah-pisah. Pada tanggal (30/3) sebelum memperkosa AY kedua tersangka Agus Hidayat dan DP mencekoki Melati dengan narkotika jenis sabu, sehingga korban mabuk dan tak sadarkan diri. Saat tak sadarkan diri, kedua tersangka membawa korban ke sebuah gubuk proyek di Desa Sukamulya, Kecamatan Tuah Negeri.
Disana Melati disekap, pertama yang melampiaskan nafsu bejat adalah AH yang dilakukannya Pukul 01.00 Wib dini hari, lalu yang kedua kalinya pukul 07.00 Wib pagi. Setelah AH puas, sekira Pukul 18.00 Wib giliran DP melampiaskan nafsu bejatnya.

Keesokan harinya pada (31/3) AH dan DP membawa Melati ke rumah Hendri di Desa Suka Mulya Kecamatan Tuah Negeri. Disana korban kembali disetubuhi secara bergiliran pertama pukul 05.00 Wib dinihari dan kedua pukul 13.00 Wib.
Lalu pada tanggal (1/4), Melati dibawa ke rumah Agung dan disana kembali digauli pertama Pukul 14.00 Wib dan kedua pukul 16.00 Wib.

Kapolres Mura AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasatreskrim AKP Wahyu mengatakan, penangkapan kepada kedua pelaku dilakukan atas laporan dari Slamet Utomo (46) orang tua dari korban. “Karena selama empat hari anaknya tidak pulang kerumah, kemudian pihaknya mencari informasi keberadaan anaknya, rupanya anaknya dibawa oleh DP dan AH ke kota Lubuklinggau,”jelas Wahyu kepada Harian Silampari, Rabu (4/4).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan, mendapat informasi itu pihak keluarga dan orang tuanya melaporkan kejadian itu kepada Polres Mura. Sehingga, dari laporan itu akhirnya anggota melakukan pengejaran dan melakukan penangkapan.
“Saat ditangkap, korban sedang bersama dengan kedua tersangka. Hasil pemeriksaan Melati diperkosa secara bergantian  dibawah pengaruh obat terlarang jenis sabu,”ungkapnya.
Selain itu, tidak menutup kemungkinan perkara tersebut akan berlanjut. Karena hasil pemeriksaan  kemungkinan ada tersangka lainnya yang terlibat dalam pemerkosaan itu. “Untuk pasal yang disangkakan yakni pasal 81 dan pasal 82 UUD nomor 35 tahun 2014 pengganti UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,”pungkasnya. (HS-02)

Tentang Penulis: admin

Gambar Gravatar
Harian Silampari merupakan nama daerah di Bumi Silampari yang memiliki tiga wilayah satu kota dan dua kabupaten di provinsi Sumsel