Sekolah Enam Hari Lebih Efektif

<small> <div style="text-align:right;">FOTO : ELPAN/HARIAN SILAMPARI</div></small> Agustaman Koordinator Pengawas Dina Pendidikan Kota Lubuklinggau

Silampari Online,

LUBUKLINGGAU-Setelah enam bulan yakni semester ganjil, menerapkan Full Day School (FDS)atau lima hari sekolah. Sekolah tingkat SMA/SMK di Kota Lubuklinggau, kembali menerapkan enam hari sekolah.

Muat Lebih

Koordinator Pengawas (Korwas) SMA/SMK Kota Lubuklinggau, Agustaman Selasa (8/1) mengatakan alasan sekoah pilih enam hari sekolah sesuai dengan juknis sarana dan prasarana (sapras) yang belum mendukung.

Tahun lalu untuk sekolah SMK negeri dan swasta di Kota Lubuklinggau sudah menerapkan FDS begitupun SMA, namun juga ada beberapa yang tidak.

“Tahun kemarin, SMA dan SMK di Kota Lubuklinggau ditawarkan dan sudah menerapkan FDS. Tetapi setelah melakukan evaluasi, ada beberapa sekolah pilih enam hari sekolah karena terkendala sapras,” jelasnya.

Selain itu sekolah enam hari dipandang lebih efektif dibandingkan lima hari. Karena, kalau enam hari anak-anak pulangnya tidak telalu sore yakni sekitar jam 14.00 WIB sedangkan FDS pulangnya sore yakni sekitar jam 16.00 WIB.

“Kita menyadari jam 14.00 WIB merupakan jam istirahat atau istilah sekarang itu jam ngantuk. Tetapi masih ada beberapa sekolah yang masih menerapkan FDS yakni SMAN 1 Lubuklinggau, SMA Yadika, SMA Budi Utomo, SMK Yadika dan SMK Budi Utomo,”terangnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Lubuklinggau, Erwin Susanto membenarkan kalau sekolah tidak lagi menerapakan FDS. Alasan yang sama disampaikan Erwin yakni sarana dan prasana yang belum memadai. Kemudian, untuk segi pembiayaannya juga membutuhkan biaya yang besar.

“Kalau saya lihat itu, sekolah-sekolah yang telah menerapakan FDS yang paling utama ruang kelasnya nyaman, dimana masing-masing kelas sudah menggunakan AC. Kalau kita tidak mampu memberikan kenyamanan, pada akhirnya kegiatan belajar tidak kondusif. Seperti jika ruang kelasnya panas, belajanya juga tidak konsentrasi,”jelas Erwin.

Ia menambahkan, dirinya juga prihatin dengan anak-anak yang pulang jauh. Takut terjadi-hal-hal yang tidak diinginkan, ketika mereka pulang ke rumah, mengingat jam pulang sekolah ketika FDS sangat sore.

“Jadi berdasarkan pertimbangan itu, jadi kami kembali melakukan enam hari sekolah,”pungkasnya.(HS-02)